Pindah Rumah
Yups… setelah setup rumah baru di martinusadyh.web.id akhirnya ane resmiin nih blog ane tutup
sekarang smua posting blog yang baru bisa dilihat di martinusadyh.web.id
Selamat menikmati
Yups… setelah setup rumah baru di martinusadyh.web.id akhirnya ane resmiin nih blog ane tutup
sekarang smua posting blog yang baru bisa dilihat di martinusadyh.web.id
Selamat menikmati
Untuk menggunakan printer sharing di GNU/Linux sebenarnya caranya sangat mudah sekali, pada tulisan ini
distro yang digunakan adalah Zencafe 1.0 dan akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1. Konfigurasi Server CUPS
2. Konfigurasi Client
Note:
- Konfigurasi pada tulisan ini harusnya bisa digunakan oleh semua distro yang menggunakan CUPS sebagai
sarana konfigurasi printernya
Supaya printer yang telah terpasang pada komputer server dapat digunakan oleh komputer yang lain, ada beberapa
konfigurasi tambahan yang harus dilakukan pada server CUPS yaitu :
Buka konfigurasi CUPS dengan cara mengetikkan localhost:631 pada address bar, kemudian pilihlah menu “Manage Server” seperti gambar dibawah ini:

Setelah tampilan konfigurasi Server CUPS muncul, berilah centang pada opsi:
- Share published printers connected to this system dan
- Allow users to cancel any job (not just their own)
Setelah melakukan konfigurasi seperti diatas, tekanlah tombol Change Settings untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan. Jika setelah menekan tombol Change Settings muncul kotak dialog box yang meminta username
dan password masukkan username root dan password root yang terdapat pada sistem anda.
Konfigurasi server CUPS telah selesai dilakukan, sekarang konfigurasilah client yang ingin menggunakan
printer yang terdapat pada server seperti langkah-langkah pada bagian ke dua.
Agar dapat menggunakan printer yang telah dikonfigurasi pada server, pada komputer client service CUPS harus sudah berjalan.
Untuk mengaktifkan service cups caranya sangat mudah sekali yaitu sebagai berikut :
1. Masuk ke terminal kemudian ketikkan su seperti gambar dibawah ini:
operatore[~]$ su
Password:
root[operatore]#
root[operatore]# chmod +x /etc/rc.d/rc.cups
root[operatore]# /etc/rc.d/rc.cups start
cups: started scheduler.
root[operatore]#
Setelah service cups berjalan, sekarang coba bukalah OpenOffice kemudian ketik sembarang kata untuk mencoba
mencetak ke printer yang terdapat pada server, kemudian lakukan test untuk printernya dengan cara pilih
File -> Print pada OpenOffice. Jika langkah-langkah yang dilakukan sudah benar, maka pada tampilan Print Dialog
yang terdapat pada OpenOffice akan muncul Nama Printer yang terdapat pada komputer server seperti gambar dibawah
ini:

Mudah bukan sharing printer di GNU/Linux ??
Buat teman-teman yang bingung ketika menggunakan Distro GNU/Linux Zencafe, teman-teman dari komunitas AWALI udah membuat beberapa panduan tentang bagaimana menggunakan Zencafe tersebut.
Untuk panduannya bisa didownload/diunduh disini.
Atau kalau mau yang versi cetaknya, teman-teman bisa beli Majalah InfoLinux edisi 08/2007 disini.
Semoga dengan banyaknya panduan GNU/Linux berbahasa Indonesia memudahkan proses penetrasi penggunaan Sistem Operasi GNU/Linux di Indonesia
Amin…amin
Ada yang ingin cari rumah di Kabupaten Kediri ?
Ini ada rumah dijual dengan harga nego loch
dan ini denah lokasinya.
Bagi yang berminat silahkan hubungi di nomor hp yang tertera, supaya lebih jelas
Banyaknya distribusi GNU/Linux yang terdapat di Internet mungkin membingungkan sebagian pengguna awam Linux
, terutama bagi pengguna awam yang mempunyai usaha pada dunia komputer contohnya Warnet, Rental Komputer dan Toko Komputer. Sebenarnya semua distribusi GNU/Linux yang terdapat di Internet ini sudah siap pakai semua, hanya saja ada beberapa distribusi GNU/Linux yang membutuhkan sedikit ’sentuhan’ agar dapat bekerja seperti yang kita inginkan. Nah bagi beberapa pengguna awam mungkin ’sedikit’ kesulitan bagaimana cara ‘menyentuh’ distribusi GNU/Linux yang mereka install agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan, apalagi kalau waktu untuk memberi ’sentuhan’ tersebut tidak ada (waktu ngoprek-nya tidak ada) mungkin mereka berkata “Linux itu sulit” dan bisa-bisa jadi malas untuk mengenal GNU/Linux.
Berhubung banyaknya distribusi GNU/Linux tersebut dan beragamnya cara instalasi program pada GNU/Linux, mungkin cara terbaik untuk mengenalkan GNU/Linux pada pengguna awam adalah memberikan beberapa daftar distribusi GNU/Linux dan beberapa kemampuan yang secara ‘default’ sudah terdapat pada distribusi GNU/Linux tersebut dan dibawah ini ada beberapa distribusi GNU/Linux yang dibahas yaitu Ubuntu 7.04, Mandriva 2007, openSUSE dan Zencafe 1.0. Table dibawah ini menjelaskan kemampuan beberapa distro diatas setelah proses instalasi selesai dilakukan tanpa melakukan penginstalan software atau driver baru dan hasilnya adalah sebagai berikut:
(Tabel dibawah ini belumlah lengkap, masih mungkin ada beberapa fitur/fasilitas/kemampuan yang belum dimasukkan kedalam tabel ini)
Note: ini murni pendapat saya pribadi
Tulisan ini diambil dari arsip milis netbeans-indonesia@yahoogroups.com
dan ada penambahan url-url yang berkaitan
On Mon, 2007-06-18 at 03:41 +0000, Freddy Kresna wrote:
singleton pattern itu apa ya?
Singleton pattern adalah salah satu dari 14 design pattern untuk
programing. Singleton pattern guarantee bahwa object yg di create pasti
cuman 1, tidak multiple instance.
Contoh:
public class SingletonObject {
private static SingletonObject instance;
// constructor sengaja di hidden supaya tidak bisa di create
private SingletonObject() {
}
public static SingletonObject getInstance() {
if (instance == null) {
instance = new SingletonObject();
}
return instance;
}
...
}
Dari contoh di atas, contructor sengaja di hidden jadi object tsb tidak
bisa di create. contoh:
SingletonObject obj = new SingletonObject(); // pasti error
Jadi untuk mendapatkan instance dari object tsb harus menggunakan public
methodsnya yaitu getInstance() yang hanya mengcreate instance nya 1 kali saja meskipun dipanggil banyak kali, contoh
SingletonObject obj = SingletonObject.getInstance()
Applikasi dari singleton pattern ini banyak, salah satu contohnya bisa
untuk preference / setting / options contoh: Setting dari DB connection,
bisa pake Singleton yang di combine dengan DB Pool, jadi object
connection nya tidak harus di create berulang kali (resources consuming)
Untuk info lebih lanjunt bisa cari di google mengenai Design Pattern
Gang of four, ada kira-kira 14 pattern yg umum di gunakan di programming
mulai dari Singleton, Proxy, Factory dll
Cheers
Tonny Kohar
Citra FX
Photo and Image Enhancements
http://www.kiyut.com
Untuk menginstal LTSP di Zencafe atau Zenwalk, langkah pertama yang harus dilakukan
adalah menginstal file ltsp-utils yang bisa didownload pada situs
http://wiki.ltsp.org/twiki/bin/view/Ltsp/DownLoads
Berhubung distribusi Zencafe/Zenwalk merupakan distribusi turunan dari Slackware,
maka downloadlah paket khusus untuk distribusi Slackware. Setelah mendownload
kemudian install paket ltsp-utils tersebut dengan perintah installpkg.
root[LTSP]# wget -c http://www.tna.nl/ltsp/ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz root[LTSP]# ls ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz root[LTSP]# installpkg ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz Installing package ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA… PACKAGE DESCRIPTION: ltsp-utils: Linux Terminal Server Project utilities - ltsp-utils 0.25-0 ltsp-utils: This package includes the following utilities for LTSP server: ltsp-utils: ltsp-utils: ltspadmin For installing and managing the packages ltsp-utils: on an LTSP server. ltsp-utils: ltspcfg For configuring the services on an LTSP server. ltsp-utils: ltspinfo For querying the workstation, to learn things, ltsp-utils: such as which sound daemon is being used. ltsp-utils: ltsp-utils: Homepage: http://www.ltsp.org/ ltsp-utils: (Packaged by mdekker@tna.nl on 23-May-2006) root[LTSP]#
Untuk mengecek apakah paket tersebut sudah terinstal atau belum, berikan perintah
seperti dibawah ini:
root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep ltsp-utils ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA root[LTSP]#
Setelah paket ltsp-utils terinstal, ada beberapa paket lagi yang diperlukan
oleh Zencafe/Zenwalk untuk bisa dijadikan sebagai LTSP server, dan ini
tidak terdapat pada default instalasi maupun di repository dari Zenwalk
sendiri. Tetapi untungnya, kita masih bisa memakai paket dari distribusi
Slackware (karena Zencafe/Zenwalk adalah turunan dari distribusi Slackware).
NB:
- Untuk Zencafe 1.0 dan Zenwalk 4.4 silahkan download paket dari Slackware 11 ![]()
(Thx buat om anjar yang udah beritahu masalah ini ^^ )
Oh iya, paket-paket yang dibutuhkan yaitu:
1. DHCPD (Ini tidak terdapat di mirror zenwalk, ambil dari distro Slackware).
2. perl-libwww-perl (Ini juga tidak ada, ambil dari Slackware juga)
Berhubung Zencafe / Zenwalk adalah turunan Slackware, ada beberapa paket
lainnya yang tidak disediakan pada waktu default instalasinya.
Beberapa paket tersebut adalah:
1. Paket DHCPD.
2. Paket libwww-perl. (Untuk menjalankan ltspadmin ? )
Setelah mengetahui paket-paket apa saja yang dibutuhkan, sekarang waktu
untuk download dan menginstal paket-paket tersebut dengan cara sebagai
berikut:
root[LTSP]# wget -c http://ftp.riken.jp/linux/slackware/slackware-current/slackware/n/dhcp-3.0.5-i486-1.tgz root[LTSP]# installpkg dhcp-3.0.5-i486-1.tgz Installing package dhcp-3.0.5-i486-1… PACKAGE DESCRIPTION: dhcp: dhcp (DHCP server and client utilities) dhcp: dhcp: This package provides the ISC’s DHCP utilities, including both a dhcp: server and client. The DHCP protocol allows a host to contact a dhcp: central server which maintains a list of IP addresses which may be dhcp: assigned on one or more subnets. A DHCP client may request an dhcp: address from this pool, and then use it temporarily for communication dhcp: on the network. The DHCP protocol also provides a mechanism whereby dhcp: a client can learn important details about the network to which it is dhcp: attached, such as the location of a default router or name server. dhcp: Executing install script for dhcp-3.0.5-i486-1… root[LTSP]# wget -c http://ftp.naist.jp/pub/Linux/linuxpackages/Slackware-11.0/jay/perl-libwww-perl/perl-libwww-perl-5.805-noarch-1.tgz root[LTSP]# installpkg perl-libwww-perl-5.805-noarch-1.tgz Installing package perl-libwww-perl-5.805-noarch-1… PACKAGE DESCRIPTION: perl-libwww-perl: perl-libwww-perl 5.805 (Perl module) perl-libwww-perl: perl-libwww-perl: Packaged by cpan2tgz perl-libwww-perl: cpan2tgz by Jason Woodward perl-libwww-perl: http://software.jaos.org/ perl-libwww-perl: Executing install script for perl-libwww-perl-5.805-noarch-1… root[LTSP]#
Nah klo semua paket dah terinstall, untuk mengeceknya silahkan ketik
perintah sebagai berikut:
root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep dhcp dhcp-3.0.5-i486-1 dhcpcd-2.0.4-i486-2 root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep libwww perl-libwww-perl-5.805-noarch-1 root[LTSP]#
Nah setelah semua persiapan selesai, sekarang waktunya download
file iso dan md5sum dari http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/
dengan cara sebagai berikut:
root[LTSP]# wget -cb http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.iso root[LTSP]# wget -c http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.md5sum –07:45:02– http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.md5sum => `ltsp-4.2u2-0.md5sum’ Resolving ltsp.mirrors.tds.net… 216.165.129.141 Connecting to ltsp.mirrors.tds.net|216.165.129.141|:80… connected. HTTP request sent, awaiting response… 200 OK Length: 51 [text/plain] 100%[=============================================>] 51 –.–K/s 07:45:03 (2.95 MB/s) - `ltsp-4.2u2-0.md5sum’ saved [51/51] root[LTSP]#
Nah klo sudah selesai download file ltsp isonya, cek dulu md5sumnya,
buat jaga-jaga saja
root[LTSP]# md5sum ltsp-4.2u2-0.iso e09b1fd6cc20d4632699a2a53c0fca21 ltsp-4.2u2-0.iso root[LTSP]# more ltsp-4.2u2-0.md5sum e09b1fd6cc20d4632699a2a53c0fca21 ltsp-4.2u2-0.iso
Setelah selesai, sekarang mount file ltsp-4.2u2-0.iso. Tapi sebelumnya
bikin dulu direktori mount point di /mnt dulu dengan cara sebagai berikut:
root[LTSP]# mdkir /mnt/cdrom root[LTSP]# mount -t iso9660 -o loop ltsp-4.2u2-0.iso /mnt/cdrom/
Nah klo sudah, sekarang waktu untuk konfigurasi LTSP servernya.
Ketikkan perintah seperti dibawah ini untuk masuk kedalam menu konfigurasi
LTSP.
root[LTSP]# ltspadmin /usr/sbin/ltspadmin: Must be run as root If you used ’su’ to become the SuperUser, make sure you include the hyphen ‘-’ as an argument to su. that is: su - That will ensure that the proper environment is setup. root[LTSP]# su - root[~]# ltspadmin
Nah klo sudah nanti akan ada tampilan sebagai berikut:

Untuk pertama kali install, pada menu LTSP Administration Utility
pilihlah menu Configure the installer options seperti gambar
dibawah ini:

Setelah meng-konfigurasi installer optionnya. Sekarang pilihlah
menu Install/Update LTSP Package, sehingga tampilannya seperti
gambar dibawah ini:

NB: Tekan A untuk memilih semua paket-paketnya dan Q untuk mulai proses
intalasi.
Nah setelah semua paket LTSP nya sudah terinstal, sekarang waktunya
untuk mengkonfigurasi LTSP servernya. Ketikkan perintah ltspcfg diterminal
atau console, setelah itu tekan tombol enter sehingga muncul tampilan
seperti berikut:
ltspcfg v0.16 The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org) S - Show the status of all services C - Configure the services manually Q - Quit Make a selection: c
Kemudian tekan C terus enter untuk mulai mengkonfigurasi seluruh service-service
yang diperlukan oleh LTSP, tampilan menu konfigurasi tersebut adalah sebagai
berikut:
ltspcfg v0.16 The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org) 1 - Runlevel 2 - Interface selection 3 - DHCP configuration 4 - TFTP configuration 5 - Portmapper configuration 6 - NFS configuration 7 - XDMCP configuration 8 - Create /etc/hosts entries 9 - Create /etc/hosts.allow entries 10 - Create /etc/exports entries 11 - Create lts.conf file R - Return to previous menu Q - Quit Make a selection:
Setelah menemui tampilan seperti diatas, enable kan semua service-service
tersebut.
Catatan untuk Run Level:
- Karena Zencafe/Zenwalk adalah turunan dari Slackware, maka run level
untuk GUI adalah run level 4.
Setelah semua selesai dikonfigurasi, tekan tombol R kemudian
enter untuk kembali ke menu utama LTSP Admin Utility.
Tekan S untuk melihat konfigurasi-konfigurasi yang telah dilakukan pada
langkah sebelumnya. Jika langkah yang dilakukan benar, maka tampilannya
kurang lebih seperti dibawah ini:
Service Installed Enabled Running Notes dhcpd Yes no no tftpd Yes Yes Yes Has ‘-s’ flag portmapper Yes no Yes nfs Yes no Yes xdmcp Yes no Yes xdm, gdm Using: gdm File Configured Notes /etc/hosts Yes /etc/hosts.allow Yes /etc/exports Yes /opt/ltsp/i386/etc/lts.conf Yes Configured runlevel: 4 (value of initdefault in /etc/inittab) Current runlevel: 4 (output of the ‘runlevel’ command) Installation dir…: /opt/ltsp Press [enter] to return to the main menu…
Wah service DHCPD nya koq belum jalan ?
Gimana cara menjalankannya ?
Untuk menjalankan service DHCPD pada Zencafe/Zenwalk, tambahkan baris
berikut pada file /etc/rc.d/rc.local hingga seperti dibawah ini:
root[~]# more /etc/rc.d/rc.local #!/bin/sh # # /etc/rc.d/rc.local: Local system initialization script. # # Put any local setup commands in here: # Jalankan service dhcpd di Zencafe /usr/sbin/dhcpd root[~]#
Setelah menambahkan baris tersebut di file /etc/rc.d/rc.local, jangan
reboot dulu. Editlah file /etc/dhcpd.conf. Cari baris seperti ini:
if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = \"PXEClient\" {
filename \"/lts/2.6.16.1-ltsp-1/pxelinux.0\";
}
else{
filename \"/lts/vmlinuz-2.6.16.1-ltsp-1\";
}
kemudian edit hingga menjadi seperti dibawah ini:
if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = \"PXEClient\" {
filename \"/lts/2.6.17.3-ltsp-1/pxelinux.0\";
}
else{
filename \"/lts/vmlinuz-2.6.16.1-ltsp-1\";
}
NB:
- ganti filename “/lts/2.6.16.1-ltsp-1/pxelinux.0″; dengan filename “/lts/2.6.17.3-ltsp-1/pxelinux.0″;
Kalau sudah, silahkan simpan kemudian reboot untuk melihat hasilnya.
Untuk mengecek apakah service-service yang diperlukan sudah berjalan atau belum,
ikuti langkah-langkah berikut:
1. Cek DHCPD
root[~]# netstat -an | grep \”:67\” udp 0 0 0.0.0.0:67 0.0.0.0:* root[~]# ps aux | grep dhcpd root 1509 0.0 0.9 1876 604 pts/0 R+ 23:48 0:00 grep dhcpd root 3519 0.0 1.9 2516 1196 ? Ss 23:17 0:00 /usr/sbin/dhcpd root[~]#
root[~]# ls /tftpboot/ lts/ root[~]# touch /tftpboot/tes root[~]# ls /tftpboot/ lts/ tes root[~]# tftp localhost tftp> verbose Verbose mode on. tftp> get tes getting from localhost:tes to tes [netascii] tftp> quit root[~]#
root[~]# ps -e | grep portmap 2321 ? 00:00:00 rpc.portmap root[~]# netstat -an | grep â€:111 †tcp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* LISTEN udp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* root[~]# ps -e | grep nfs 433 ? 00:00:00 nfsd 434 ? 00:00:00 nfsd 435 ? 00:00:00 nfsd 436 ? 00:00:00 nfsd 437 ? 00:00:00 nfsd 438 ? 00:00:00 nfsd 439 ? 00:00:00 nfsd 440 ? 00:00:00 nfsd root[~]# ps -e | grep mountd 442 ? 00:00:00 rpc.mountd root[~]# rpcinfo -p localhost program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 813 status 100024 1 tcp 816 status 100021 1 udp 1024 nlockmgr 100021 3 udp 1024 nlockmgr 100021 4 udp 1024 nlockmgr 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100021 1 tcp 4772 nlockmgr 100021 3 tcp 4772 nlockmgr 100021 4 tcp 4772 nlockmgr 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 618 mountd 100005 1 tcp 621 mountd 100005 2 udp 618 mountd 100005 2 tcp 621 mountd 100005 3 udp 618 mountd 100005 3 tcp 621 mountd root[~]#
Wah kayaknya semua service dah berjalan normal, dan dilihat di status
servicenya dah ok nih.
The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org) Interface IP Address Netmask Network Broadcast Used eth0 192.168.1.7 255.255.255.0 192.168.1.0 192.168.1.255 < ----- Service Installed Enabled Running Notes dhcpd Yes no Yes Version 3 tftpd Yes Yes Yes Has '-s' flag portmapper Yes no Yes nfs Yes no Yes xdmcp Yes no Yes xdm, gdm Using: gdm File Configured Notes /etc/hosts Yes /etc/hosts.allow Yes /etc/exports Yes /opt/ltsp/i386/etc/lts.conf Yes Configured runlevel: 4 (value of initdefault in /etc/inittab) Current runlevel: 4 (output of the 'runlevel' command) Installation dir...: /opt/ltsp Press [enter] to return to the main menu...
Semua udah running, sekarang coba booting dari client.
Weeeeekkkkzz…..
koq ga keluar guinya ???
Koq keluarnya cuman cursor silang doank di client ?
Gimana supaya clientya bisa masuk ke XWindow ??
Caranya sebagai berikut:
Zencafe/Zenwalk memakai gdm untuk login managernya. Mungkin ada sedikit
kesalahan di “gdm/login managernya”
Sekarang login coba login di PC yang ingin dijadikan sebagai LTSP server
dengan akses root. Kemdian buka terminal dan jalankan perintah gdmsetup
seperti berikut:
root[~]# gdmsetup
Setelah menjalankan perintah diatas, akan tampil window seperti gambar
dibawah ini:
Pada kolom isian Style, ganti isinya dengan Same As Local, klo sudah
silahkan di close terus reboot servernya.
Coba akses dari client, gimana hasilnya ???
Oh iya untuk percobaan ini di pc client memakai PXE.
Untuk teman-teman yang ingin cobain LTSP dengan Zencafe sebagai distronya,
mungkin bisa saling sharing di #awali[at]DALnet.
Referensi:
http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/docs/ltsp-4.1-en.html
http://www.ltsp.or.id/dokument6_ver3.htm
Maap klo bahasa-nya masih acak-adut, soalnya baru bisa install LTSP ![]()
Thx buat aa[N] buat tahu gorengnya
Menyambung tulisan tentang Instalasi Driver Canon Pixma and setelah melakukan cross cek ke situs http://www.mafia.or.id/ (saya coba download lagi dari mafia.or.id) dan ternyata gagal juga
Maka untuk teman-teman yang ingin Driver Canon Pixma IP1000 untuk Linux bisa download disini:
FTP Slackware Linux Indonesia (.tgz)
Geocities TGZ Format
Geocities RPM Format
Makasih buat om anjar yang sudah ngebikinin folder sayah om
, maklum slackware.linux.or.id sulit banget diakses dari tempat sayah om
Wuah…. akhirnya “hampir” jalan juga neh LTSP ![]()
Setelah selesai download ltsp-4.2u2-0.iso, akhirnya coba lagi instal ltsp dengan versi yang baru didownload ini, moga2x ajah berhasil
.
Proses pengecekan md5sum berjalan sukses (ane ga mau kejadian kayak kemaren, masak pas dah instal ada 1 package yg md5sumnya error, akhirnya broken smua deh ga isa nerusin proses installasinya).
Kemudian coba-coba instal, n ngikutin petunjuk yang ada di disini
Dan ini adalah hasil sementara saya:
ltspcfg v0.16 The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org) Interface IP Address Netmask Network Broadcast Used eth0 192.xx.x.xx 255.255.255.0 192.xx.x.xx 192.xx.x.xx < ----- Service Installed Enabled Running Notes dhcpd Yes no Yes Version 3 tftpd Yes Yes Yes Has '-s' flag portmapper Yes no Yes nfs Yes no Yes xdmcp Yes no no xdm, gdm Using: none! File Configured Notes /etc/hosts Yes /etc/hosts.allow Yes /etc/exports Yes /opt/ltsp/i386/etc/lts.conf Yes Configured runlevel: 3 (value of initdefault in /etc/inittab) Current runlevel: 3 (output of the 'runlevel' command) Installation dir...: /opt/ltsp Press [enter] to return to the main menu...
Hmm… kayaknya sudah normal smua
, cobain cek satu persatu buat memastikan. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah (Saya cuman ngecek 3 daemon ajah, soalnya ini yang menurut saya paling sulit. 2 hari ngoprek tftpd ga jalan-jalan
):
1) Cek dhcpd-nya aktif atau belum.
root[~]# netstat -an | grep \”:67 \” udp 0 0 0.0.0.0:67 0.0.0.0:* root[~]# ps aux | grep dhcpd root 1509 0.0 0.9 1876 604 pts/0 R+ 23:48 0:00 grep dhcpd root 3519 0.0 1.9 2516 1196 ? Ss 23:17 0:00 /usr/sbin/dhcpd root[~]#
Seep… dah running well
2) Cek TFTPD-nya dah aktif atau belum.
root[~]# ls /tftpboot/ lts/ root[~]# touch /tftpboot/tes root[~]# ls /tftpboot/ lts/ tes root[~]# tftp localhost tftp> verbose Verbose mode on. tftp> get tes getting from localhost:tes to tes [netascii] tftp> quit root[~]#
Hmmm… seeep, daemon tftpdnya udah aktif…
3) Cek NFS-nya dah aktif atau belum, karena pada manualnya untuk mengecek NFS harus ngecek portmap ama mount daemon, yah dicek smua ajah dah ![]()
Ini result di computer yang saya buat percobaan:
root[~]# ps -e | grep portmap 2321 ? 00:00:00 rpc.portmap root[~]# netstat -an | grep \”:111 \” tcp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* LISTEN udp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* root[~]# ps -e | grep nfs 433 ? 00:00:00 nfsd 434 ? 00:00:00 nfsd 435 ? 00:00:00 nfsd 436 ? 00:00:00 nfsd 437 ? 00:00:00 nfsd 438 ? 00:00:00 nfsd 439 ? 00:00:00 nfsd 440 ? 00:00:00 nfsd root[~]# ps -e | grep mountd 442 ? 00:00:00 rpc.mountd root[~]# rpcinfo -p localhost program vers proto port 100000 2 tcp 111 portmapper 100000 2 udp 111 portmapper 100024 1 udp 813 status 100024 1 tcp 816 status 100021 1 udp 1024 nlockmgr 100021 3 udp 1024 nlockmgr 100021 4 udp 1024 nlockmgr 100003 2 udp 2049 nfs 100003 3 udp 2049 nfs 100021 1 tcp 4772 nlockmgr 100021 3 tcp 4772 nlockmgr 100021 4 tcp 4772 nlockmgr 100003 2 tcp 2049 nfs 100003 3 tcp 2049 nfs 100005 1 udp 618 mountd 100005 1 tcp 621 mountd 100005 2 udp 618 mountd 100005 2 tcp 621 mountd 100005 3 udp 618 mountd 100005 3 tcp 621 mountd root[~]#
Hmm.. bener-bener dah jalan
, ya udah klo gitu
Wah kayaknya dah ga ada yang kurang lagi
, maklum ini masih percobaan pertama
. Dulu pertama masuk warnet mah tahu teorinya begini n begitu, teknisnya baru sekarang cobainnya
Oh iya, maap saya masih belum bisa kasih step-by-step secara detailnya sampai LTSP + Zencafe bisa jalan.
Soalnya ini juga masih separo jalan
, nanti saya informasikan di blog ini juga koq
Lanjutin besok lagi ngopreknya, sekarang mau baca2x email n forum dulu
1 lagi dink makasih buat temen2x n om2x yg dah mau support n bantuin selama 3 minggu ini yach
,
maklum om first time
(halah make ngeles segala)
Wah …. dah beberapa hari ini cobain pasang LTSP di Zencafe duh ga isa-isa ![]()
Dari yg tftpdnya ga jalan kek, trs coba instal ulang lagi.
Instal lagi malah kejadiannya lucu, ltsp-xfont md5nya ga cocok jadi gagal diinstal
(
Padahal make file .iso yang sama, tapi anehnya errornnya beda2x
Akhirnya daripada pusing2x, coba downlooad lagi ltsp-4.2.
N coba mau cek md5nya lagi.
Sembari nungguin download liat Piala Champion
(Chelsea - Liverpol, skor sementara masih 1-0)
–00:25:43– http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.iso (try: 3) => `ltsp-4.2u2-0.iso’ Connecting to ltsp.mirrors.tds.net|216.165.129.141|:80… connected. HTTP request sent, awaiting response… 206 Partial Content Length: 104,693,760 (100M), 82,312,303 (78M) remaining [application/octet-stream] 72% [+++++++++++++++++==========================================> ] 75,813,077 3.18K/s ETA 1:34:18
Iks… kapan kelarnya ???
Wah malam minggu kemaren dapat kejutan ![]()
Pesanan buku SubVersion yang ditulis oleh om Endy Muhardin udah dateng ![]()
Klo temen-temen mau(Maklum ga ada di toko buku manapun
), bisa pesen langsung ke om Endy Muhardin, dan ini keterangan lengkapnya bagaimana cara pemesanannya.
Untuk teman-teman yang belum tahu apa itu SubVersion, buku ini sangat cocok untuk mengenal apa itu SubVersion. Siang tadi sempatin baca bukunya (belum sampai kelar sih, masih sampai halaman 130
), penjelasan yang ditulis oleh om Endy Muhardin dalam bukunya sangat jelas dan disertai beberapa contoh kasus dalam dunia nyata (jadi pingin cepet-cepet cobain
, kemudian instal dirumah. Sembari praktekin apa yang udah ada dibuku
).
Oh iya ini gambar buku yang sudah saya terima ![]()

At least, buku ini bagus banget buat pegangan terutama bagi saya yang masih pemula.
Maklum penjelasannya mudah dimengerti ![]()
Untuk teman-teman yang belum beli, buruan deh beli ga rugi koq ![]()
Itung-itung buat persiapan besok klo kerja dalam team
Fyuh.. akhirnya bisa juga neh nge-print di Linux kesayangan
so saya ga perlu Windows lagi buat ngeprint.
Setelah sekian lama makai linux tanpa bisa ngeprint
, akhirnya titik gelap itu terungkap sudah
Sampai-sampai punya pikiran buat menceraikan Slack kesayangan dengan disto yang laen, tapi setelah melalui malam yang amat panjang akhirnya Slack saya bisa ngeprint
Walaupun harus instal ulang Slack dan ngonfigurasi lagi dari awal.:(
Setelah baca-baca di sini , akhirnya cobain deh tuh tips dan triknya. Cuman untuk distro Slackware yang saya pakai ternyata ada beberapa konfigurasi yang ga perlu dilakukan
Untuk distro Slackware, caranya adalah sebagai berikut:
NOTE: Langkah 1 sampai langkah 4 sama persis
seperti di sini
1. Download driver yang diperlukan, yaitu:
[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfiltercommon-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfilterpixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfilterpixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# ls
Desktop
bjfilter-common-2.50-2.i386.rpm
bjfilter-pixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
bjfilter-pixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]#
2. Convert paket rpm ke tgz.
[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-common-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-pixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-pixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm
3. Install driver-driver yang telah dikonvert.
[root@pemula:~]# installpkg *.tgz
Tunggu beberapa menit untuk proses instalasi
4. Edit file canonpixmaip1000.ppd Setelah proses instalasi selesai, sekarang editlah file canonpixmaip1000.ppd yang berada di direktori /usr/share/cups/model
[root@pemula:~]# cd /usr/share/cups/model
[root@pemula:/usr/share/cups/model]# ls
C deskjet2.ppd foomatic-ppds pxlcolor.ppd stphoto.ppd canonpixmaip1000.ppd
dymo.ppd laserjet.ppd pxlmono.ppd stphoto2.ppd epson24.ppd okidat24.ppd
stcolor.ppd zebra.ppd deskjet.ppd epson9.ppd okidata9.ppd stcolor2.ppd
Tambahkan baris berikut pada file canonpixmaip1000.ppd:
*OpenUI *CNQuality/Quality: PickOne
*DefaultCNQuality: 3
*CNQuality 2/High: “2″
*CNQuality 3/Normal: “3″
*CNQuality 4/Standard: “4″
*CNQuality 5/Economy: “5″
*CloseUI: *CNQuality
Kemudian ganti baris yang berisi:
*OpenUI *Resolution/Output Resolution: PickOne
*DefaultResolution: 600
*Resolution 600/600 dpi: “<>setpagedevice”
*CloseUI:
*Resolution
dengan:
*OpenUI
*Resolution/Output Resolution: PickOne
*DefaultResolution: 600
*Resolution 600/600 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 1200/1200 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 2400/2400 dpi: “<>setpagedevice”
*CloseUI: *Resolution
Setelah melakukan pengeditan, simpan.
5. Restat CUPS. Setelah menyimpan konfigurasi file canonpixmaip1000.ppd,
restatlah service CUPS.
[root@pemula:~]# /etc/rc.d/rc.cups restart
cups: restarted scheduler.
[root@pemula:~]#
6. Daftarkan Printer. Nah klo services CUPS sudah direstart, sekarang coba buka browser
kesayangan anda kemudian ketik di address bar seperti ini: http://localhost:631/
Setelah keluar tampilan Printer Administration, coba klik menu printer.
Tunggu beberapa saat, jika ada permintaan untuk memasukkan username dan
password isikan dengan username root dan password root anda. ![]()
Untuk menambahkan printer, klik tombol AddPrinter maka akan keluar
tampilan yang mengharuskan anda untuk memasukkan Name, Location
dan Description. Isikan data seperti berikut:
Name : CanonPixmaIP1000
Location: [kosongkan]
Description: CanonPixmaIP1000
Kurang lebih tampilannya seperti berikut:
Click To View Large
7. Tentukan Device Printer. Untuk penentuan device printer, pilih option
USB Printer #1 with status readback for Canon BJ (Canon iP1000)
Kurang lebih tampilannya seperti ini:
Click To View Large
8. Tentukan Merk dan Model Printer. Untuk pilihan make pilih merk Canon, dan pada
model pilih Canon PIXMA iP1000 Ver.2.50(en)

Click To View Large

Click To View Large
Jika proses yang anda lakukan sukses, tampilan printer yang anda add adalah
seperti berikut:
Click To View Large
Jika sudah coba klik menu print test page.
Jika tidak ada masalah, maka anda akan mendapati tampilan kurang lebih seperti ini:

Click To View Large
Wuah akhirnya setelah nungguin selama 1 minggu lebih download iso Zencafe (download speed 3 KB/s
), akhirnya berhasil install ke komputer kemarin
Kesan pertama waktu booting cool…….
Klo boleh dibilang sih pemerkosaan
, maklum komputer yg ada buat ngoprek cuman PII 348Mhz RAM 64 MB and Harddisknya cuman 2GB. 
Bisa masuk ke desktop dengan mulus, cuman sayangnya pada komputer dengan spek segitu ga bisa menjalankan 2 aplikasi secara bersamaan
, udah dibilangin sih ama om Anjar
"Jangan disamain ama puppy linux yach" jadi malu
"Maap om, cuman ingin tahu saja" (Tapi kebangetan) 
Ini sebenernya mau cobain lagi dengan spek yang sama, cuman tambah RAM ajah dijadiin 128 MB.
Kira-kira kuat ndak yach ????
Btw klo boleh tahu, ada yang pernah coba install dengan spesifikasi seperti yang saya pakai ?
Klo ditambahin RAM gimana yach jadinya ??
Makasih banyak and salut buat om Anjar yang udah bersusah payah ngebikin distro ini layak pakai om
Hasilnya setelah instal n cobain Zencafe sendiri, ini hasilnya (ini hasil opini pribadi loh):
1. Tampilannya keren abis and T-O-P abies dech
2. Bootingnya cepet banget, meskipun makai bootsplash.
3. Tampilan selain keren, mirip ama Windows. Cocok buat temen-temen yang baru pindah dari Windows ke Linux. Terutama buat warnet neh
(Mayan buat rekomendasi ke temen, soalnya ada yang cariin desktop kek begini
)
4. Tidak direkomendasikan di PC PII 348 MHz, RAM 64 MB. (jalannya kayak keong)
NOTE: Distro ini bukan kek distro kecil spt puppy linux
, jadi yach jangan disamain yach
.
Klo untuk ngetes ajah gpp koq
(Niru omongan om Anjar diatas
)
NOT RECOMMENDED:
PC Dengan spesifikasi dibawah PII 384 MHZ, RAM 64 MB HDD 2GB
SARAN:
Coba di LTSP-kan
, klo di LTSP-kan client dengan spek segitu masih bisa jalan koq
Asal servernya juga "lumayan"
Total penilaian:
T-O-P abiiiiiiiiiiesss ![]()
![]()
makanya buruan downloadnya
Link buat nge-download:
Zencafe Download
Wuah… dah lama ndak "nyambangi" blog ini lagi.
Banyak kenangan neh pada blog ini, pada awal pembuatannya
, gara-gara dikomporin ama om KerropiX
Tujuan awal seh, buat ajang nulis hasil oprekan masing2x :">. Tapi berhubung lama ke update yach begini neh jadinya
Maklum, mau bikin sendiri masih blm ada waktu (yach blm ada waktu n blm ada tenaga
) buat ngebikin sendiri blog yg canggih kek ini
Maap buat temen-temen yang udah ngeluangin waktunya buat ngunjungin gubuk sederhana sayah ini.
"Nyambangi" bahasa jawa, arti indonesianya "mengunjungi" atau "menjenguk"
Weiks…. ga sengaja masuk ke slashdot.org ternyata ada info GNOME 2.16 dah released.
Ck..ck… yg versi 2.15 ajah blm cobain apa lagi yg versi 2.16
Seakan ga percaya coba-coba liat di situsnya gnome, woh ternyata emang bener versi 2.16 udah released.
Infonya bisa diliat disini
Trs utk feature-feature apa yang ada di GNOME 2.16 bisa diliat disini
Jadi pengen @_@
Trik Nautilus "Like Windows Explorer"
Hmm… pingin tampilan yg "seperti" Windows Explorer di nautilus ???
Maksudnya nih tampilan nautilus bisa nampilin partisi lain di harddisk kita seperti di windows explorer.
Klo di windows explorer biasanya nampilin daftar partisi seperti kayak gini yach:

Apakah di nautilus bisa seperti itu ??
Jawabannya bisa
Caranya yaitu:
1. Masuk ke Configuration Editor.(Klo lewat gnome-terminal ketikan gconf-editor trs enter)
2. Klo sudah masuk ke configuration editor, masuk ke menu system trs ke menu storage.
3. Beri tanda centang pada pilihan "display_internal_hard_drives"
4. Klo sudah keluar trs coba logout.
Hasilnya nanti adalah seperti ini:
Asyik kan
Membuat Tutorial Interaktif dengan WINK
Kebanyakan pengguna linux yang masih awam seperti saya ini, kesulitan sekali jika harus membaca tutorial yang
berbentuk teks biasa.
Tapi bagaimana klo bentuk tutorialnya berupa gambar atau flash movie ??
Pastinya yang akan melihat dijamin puas dech
. Soalnya tahu step-by-step nya secara detail
:)
Setelah baca-baca arsip di forum.linux.or.id, eh ada sebuah software yang bisa bikin flash movie ![]()
namanya WINK.
Ok, setelah ketemu nama software-nya ayok didownload (bisa search di paman google):D:) n taruuh di folder favorit.
Disini saya taruh di folder OperaDownloads.
OperaDownloads
|
_wink15.tar.gz
Wiks… cara installnya gimana neh ? koq ekstensinya laen ?
Tenang…tenang masih ada paman google yang siap sedia membantu
Kata paman google neh kek gini:
1. Masuk ke terminal(utk pengguna gnome) atau ke console(utk pengguna kde).
2. Masuk ke direktori tempat wink berada, disini wink ada di folder OperaDownloads.
[javamaniac@pemula:~]$ cd OperaDownloads/ [javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ ls wink15.tar.gz [javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ tar zxvf wink15.tar.gz installdata.tar.gz installer.sh [javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$
Nah sudah ada 2 file yaitu “installdata.tar.gz” dan “installer.sh”, ok sekarang jalankan file installer.sh dengan cara
ketik ./installer.sh. Outputnya jadi kek gini:
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ installer.sh Please specify where you want to install Wink [/home/javamaniac/wink]: [tekan enter aja] Successfully installed Wink [javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$
Wah dah terinstall
:)
Sekarang ayo pergi ke direktori installasi wink di /home/javamaniac/wink, setelah masuk ke dlm direktori-nya wink.
Coba klik 2x file wink, maka akan keluar tampilan spt ini:

Ayo sekarang mulai ngebikin tutorial make wink
. Step-by-step nya kek gini:
1. Klik File/New atau bisa Ctrl+N.
2. Tentukan area yang akan dicapture ama wink. (Make screen ajah biar seluruh layar bisa direcord ama wink)

3. Tentukan “Time capture rate” nya. (Dibuat 0 saja supaya setiap gerakan kita direcord)
4. Klo sudah klik OK. ![]()
5. Klik minimize to tray.

Nah klo sudah di minimize ke tray, klo desktop manager anda memakai gnome. Maka icon wink akan keluar di applet
“Notification Area”. Jika blm menambahkan applet Notification Area, tambahkan aja dulu soalna klo ndak ditambahin
gimana kita mau startnya ? ![]()
Di komputer saya keluarnya disini:

Klo sudah klik kanan icon wink yang ada di tray kemudian pilih “Start Timed Captured”
Klo sudah begini, ayo bikin tutorial yg mudah masalah pengenalan linux
:)
Terserah itu mau penggunaan desktop, penggunaan applikasi
pokoknya klo bisa yang sangat memudahkan buat pemula
seperti saya ini ![]()
Klo dirasa cukup, klik kanan lagi icon wink yg ada di tray kemudian klik “Stop timed captured”
Nah setelah smuanya selesai, ayok dirender
dijadiin file .swf ![]()
Trs dibuka di browser
:)
Seep kan
:)
Utk nge-rendernya klik tombol panah warna hijau spt dibawah ini:

Ah makin lama dunia makin indah rasanya klo kek gini
:)
:P
Tutorial masalah ant sudah kedownload lama, apache-ant nya pun juga udah ke download lama. Tapi baru 3 hari ini mulai
coba-coba make ant(Dulu bingung sech gimana cara makai-nya, fungsinya buat apa n 1 lagi blm butuh
).
Setelah baca-baca di milis jug-indonesia@yahoogroups.com, eh ternyata ant sangat penting sekali dlm pembuatan program.
(Duh dudulnya diriku knp baru sekarang ngerti
)
Akhirnya yach buka-buka tutorial ant yg ditulis ama Pak Endy Muhardin
n mulai coba-coba make ant.
Pertama kali coba bikin file build.xml duh pusingnya bukan maen (tapi klo ngikutin apa yg ada ditulisannya Pak Endy
sudah jalan
. Tapi masih kurang pas dihati
), apa sech artinya ini, artinya itu ….pueyeng dah….
Ga cukup hanya bermodalkan tutor yg diberikan ama Pak Endy, akhirnya buka manual-nya ant
. Apa yg didapat ??
Puyeng ? (Pasti
maklum masih neewbies)
Akhirnya sedikit-dikit dah mulai paham masalah bagaimana membuat file build.xml ama build.properties
:)
Hmm… apa yg kurang yach, build.xml-ku dah bisa nge-compile, nge-run, ngebuat file jar n bisa jalanin file jarnya. ??
Akhirnya coba-coba bikin file yang mempunyai koneksi ke database(pasti butuh driver jdbc kan), nah ini saya maunya
spt di netbeans, ada direktori libnya sendiri
Tapi gimana caranya yach ?
Klo ga make ant seh bisa tinggal tambahin ajah code spt dibawah ini di file MANIFEST.MF:
Class-Path: [driver yg mau disertakan]
Tapi gimana klo di ant ? Wach puyeng nech
(
Setelah tanya-tanya ama pakde google akhirnya dpt link ini:
http://martin.ankerl.org/2005/11/30/howto-create-manifestmf-classpath-from
-ant/
Wuah senengnya
, setelah coba sana coba sini akhirnya berhasil dah ngebuat file jar-ku bisa konek dengan database.
Setelah sekian hari mainan dengan ant n dah ngerasa klo ant-ku sudah sesuai spt yg diinginkan (kurang masalah
JUnit
, tapi nanti dulu lah..
gantian
), akhirnya bisa tidur dengan nyenyak deh malam ini
.
Ups… salah bukan malam dink tapi pagi
Oh iya ini konfigurasi file build.xml yg ada di komputerku:
< ?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?>
<project name=\"MyPOS\" basedir=\".\">
<property file=\"build.properties\" />
<!-- Lib yg diperlukan utk project MyPOS -->
<path id=\"App.POS.class.path\">
<fileset dir=\"${lib.path}\" includes=\"**/*.jar\" />
<pathelement location=\"${folder.hasilcompile}\" />
</path>
<!-- Lib yg diperlukan utk project MyPOS -->
<target name=\"hapus-jar\" description=\"Hapus hasil pembuatan file jar\">
<delete file=\"${folder.project}/dist/${ant.project.name}.jar\" />
</target>
<target name=\"clean\" depends=\"hapus-jar\" description=\"Hapus semua folder hasil compile dan pembuatan jar\">
<delete dir=\"${folder.hasilcompile}\" />
</target>
<target name=\"buat-folder\" description=\"Buat folder hasil compile\">
<mkdir dir=\"${folder.hasilcompile}\" />
</target>
<target name=\"compile\" depends=\"buat-folder\" description=\"Buat folder hasil compile kemudian compile program\">
<!-- Kompile file semua file .java di ${folder.src} ke ${folder.hasilcompile} -->
<javac srcdir=\"${folder.src}\" destdir=\"${folder.hasilcompile}\" deprecation=\"on\">
<classpath refid=\"App.POS.class.path\" />
</javac>
</target>
<target name=\"run\" description=\"Menjalankan file java di folder.hasilcompile\">
<!-- Menjalankan Program Utama dengan menyertakan classpath yg diperlukan -->
<java classname=\"gambar\">
<classpath refid=\"App.POS.class.path\" />
</java>
</target>
<!-- Fyuh.. akhirnya dapat juga caranya nambahin classpath di manifest file, url dapat dilihat pd -->
<!-- http://martin.ankerl.org/2005/11/30/howto-create-manifestmf-classpath-from-ant/ -->
<target name=\"jar\" description=\"Membuat File jar dan MANIFEST.MF\">
<!-- Create a property containing a *.jar file -->
<pathconvert property=\"library\" pathsep=\" \">
<mapper>
<chainedmapper>
<!-- Remove absoulte path -->
<flattenmapper />
<!-- add/lib prefix -->
<globmapper from=\"*\" to=\"lib/*\" />
</chainedmapper>
</mapper>
<path>
<fileset dir=\"${lib.path}\">
<include name=\"**/*.jar\" />
</fileset>
</path>
</pathconvert>
<mkdir dir=\"${folder.project}/dist\" />
<jar destfile=\"${folder.project}/dist/${ant.project.name}.jar\" basedir=\"${folder.hasilcompile}\">
<manifest>
<attribute name=\"Main-Class\" value=\"gambar\" />
<attribute name=\"Class-Path\" value=\"${library}\" />
</manifest>
</jar>
</target>
<target name=\"runjar\">
<java jar=\"${folder.project}/dist/${ant.project.name}.jar\" fork=\"true\" />
</target>
</project>
Oh iya file build.xml diatas membutuhkan build.properties, n ini yg ada dikomputerku:
build.properties:
- folder.project = /home/pemula/Latihan/Java/TUGAS_AKHIR/MyPOS/
- folder.src = ${folder.project}/src
- folder.hasilcompile = ${folder.project}/build
- lib.path = dist/lib
Yaaah… mungkin masih ini aja yg bisa dijelasin disini, soalnya yah masih baru belajar
:)
Decompiler Yang MultiPlatform
Wih… setelah baca-baca majalah terbitan netbeans yang pertama, jadi pingin neh download module(plugin)
untuk NetBeansku ![]()
Setelah surfing di situsnya netbeans, eh ga taunya nemu satu module buat
decompile file .class di java.
Hmmmm.. asyik juga keknya
, setelah selesai mendownload 2 file yaitu jode.nbm ama ramos-decompiler.nbm akhirnya
coba diinstal di rumah.
Instal module(plugin) di NetBeans gampang banget, tinggal masuk ke menu Tool/Update Center trs kasih centang
pada menu Install Manually Downloaded Modules (.nmb files)
Setelah proses installasi kemudian nge-restat NetBeans, akhirnya cobain deh tuh module dan hasilnya adalah………..
eng…..ing….eng………..
Gambar1:
Ini tampilan program yg akan di decompile:

Click to View Full Image
Source code program asli kek gini:

Gambar2:
Dan ini hasil decompilenya

Setelah pikir2x sebentar, file .nbm kan hanya bisa dijalankan ama NetBeans aja.
Jadi klo kita make linux, windows or yg lain, asalkan ada NetBeans yg dah keinstal kita bisa make neh modules ![]()
Enak kan ?
Jadi namanya Decompiler MultiPlatform
Untuk info lebih jelasnya bisa dilihat disini ![]()
Info decompiler
Ugh…………
Kenapa yah koq rasa-rasanya sulit banget biar berhenti smoking ???? ![]()
Padahal adek dah pernah kena infeksi paru2x
n sekarang dah stop smoking.
But saya koq ndak bisa yach ??
Anehnya setelah adek kena penyakit tsb, koq smoking saya tambah parah ?
1 pak bisa buat sehari
, klo ndak tidur bisa tambah 1 pak lagi ?
Emang blm parah seh, cuman saya sekarang ngerasa sering gemetaran ![]()
Dah ah mulai hari ini mau usaha hindarin tuh rokok, bahayanya gede. ![]()
Lagian saya juga blm pernah ngerasain nikmatnya surga dunia
masak mau mati ![]()
Ah jangan ah, gw ga mau mati gara2x masalah rokok doank.
Lagian dengan kebiasaan rokok, keadaan dana juga ikut menipis
(
Ugh…. God help me to stop smoking
Wah dah beberapa hari ini dapat email baru ![]()
(Dpt email baru ajah ditulis di blog, apanya yg spesial ??)
hehehheueu…..
Bukan masalah emailnya yg spesial ![]()
Yang spesial adalah saya koq bisa dapat ?
Padahal perasaaan blm bisa kasih apa-apa ke temen2x di awali :(( Tapi dah dikasih e-mail. (Jadi terharu ~_~)
Yg spesial disini adalah saya dpt e-mail ….@awali.org ![]()
Asyik kan ![]()
Dah gitu kapasitasnya 2 GB pula
N Satu lagi webmail ini disponsori ama om google.com loh ![]()
Bisa dilihat disini web mail awali.org
Special thx to om zara, choka ama om KamTIB yang udah ngasih email ke saya
Yah moga-moga aja bisa bantu2x di awali.org and di awali@dalNET.
NB: Kirimin saya email yah
alamatnya disini martin@awali.org ![]()
Any Comment appreciated !!
Meng-hidden dan Meng-unhidden JPanel di Java.
Hhihiiiihi….
Judulnya lucu banget, maklum bhs indonesia ancur ;p (alesan ajah
)
Kemaren abis baca-baca thread di http://diskusiweb.com/viewthread.php?tid=17640 di bagian
java umum thread help(Masalah hide dan unhide JInternalFrame).
Kebetulan neh, saya dirumah juga lagi pengen bisa bikin tampilan yang punya
tombol kayak gini(gambar ini di ambil dari program MySQLBrowser)

Dan jika tombolnya itu di klik maka akan muncul tampilan kayak gini

Akhirnya setelah ampe dirumah coba dipraktekin
. Gimana ya klo di coba
di JPanel bukan di JInternalFrame ???
Akhirnya iseng-iseng bikin program dengan code spt dibawah ini:
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;
public class showPanel extends JFrame implements ActionListener {
private JPanel panelAtas, panelTengah, panelBawah;
private JButton btnAddUser, btnShow;
private JTextField txtFieldNama, txtFieldCompany;
private JLabel labelNama, labelCompany;
public showPanel() {
createGUI();
}
private void createGUI() {
setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
setLocationRelativeTo(null);
setAtas();
setTengah();
setBawah();
getContentPane().setLayout(new BorderLayout());
getContentPane().add(panelAtas, BorderLayout.NORTH);
getContentPane().add(panelTengah, BorderLayout.CENTER);
getContentPane().add(panelBawah, BorderLayout.SOUTH);
setVisible(true);
pack();
}
private void setAtas() {
panelAtas = new JPanel();
labelNama = new JLabel(\"Input Nama: \");
txtFieldNama = new JTextField(20);
panelAtas.setLayout(new FlowLayout());
panelAtas.add(labelNama);
panelAtas.add(txtFieldNama);
}
private void setTengah() {
panelTengah = new JPanel();
JLabel label = new JLabel(\"Detail konfirmasi\");
panelTengah.add(label);
panelTengah.setVisible(false);
}
private void setBawah() {
panelBawah = new JPanel();
btnAddUser = new JButton(\"User\");
btnShow = new JButton(\"Detail >>\");
btnAddUser.addActionListener(this);
btnShow.addActionListener(this);
panelBawah.add(btnAddUser);
panelBawah.add(btnShow);
}
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
Object obj = e.getSource();
if(obj == btnAddUser) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, \"Ihui sukses boox
\”);
}
if(obj == btnShow) {
// Thx to masnewuser ^*^ baru ketemu setelah baca
// postingan sampeyan mas
if(!panelTengah.isVisible()) {
panelTengah.setVisible(true);
btnShow.setText(\”Detail < <\");
pack();
} else {
panelTengah.setVisible(false);
btnShow.setText(\"Detail >>\”);
pack();
}
}
}
// Main
public static void main(String[] args) {
new showPanel();
}
}
Setelah disimpan kemudian dicompile hasilnya adalah sebagai berikut:

Setelah btn Detail di klik maka tampilannya adalah sbb:

Hmmmmm….. asyik kan ![]()
Tapi gimana yach klo di dalam panel tsb ada panel lagi ?
Pengaruh ndak ya ???
Tapi klo pengen buat tampilan yang kek gini gimana yack caranya ??
Apakah make JInternalFrame ? (Klo make ini gimana gapnya yach ? )
JPanel ? (Keknya mungkin make ini, tapi gapnya ? )
(Ini omongnya ga make IDE
, emang kurang kerjaan seh disaat ada IDE secanggih NetBeans koq ga mau make IDE
. Tapi gw masih pengen oprek2x di textpad
dulu, ntar klo ada yg mendesak n perlu dikerjain cepet baru deh keluarin IDE-nya
)
Fyuah…. pusing ![]()
Satu-satu dulu ajah ah, kapasitas otak terbatas
Huah…. hari ini merupakan hari yang melelahkan
(
ga tau neh kenapa tiba-tiba pacarku ngambek ga mau nampilin gnome-terminal
(
Jadi ga bisa instal game cube donk klo pacar ngambek terus
(
Padahal sore tadi sebelum berangkat ke kerja dia mau nampilin gnome-terminal, tapi
kenapa yah waktu abis pulang kerja sekitar jam 03.00 dia ga mau nampilin gnome-terminal ???
Si doi ngeluarkan peringatan kayak begini neh ke gw :
There was an error creating the child process for this terminal
Artinya apaan yakz ???
Apa gara-gara gw selalu pulang dini hari sehingga doi selalu kedinginan ?
Akhirnya yang dibuat kalang kabut yah gw sendiri
( ga bisa ngapa-ngapain,
masak gara-gara masalah sepele kayak begini harus instal ulang ?
Bukan pemecahan yang menyelesaikan masalah dunk klo begini caranya ?
Trs kapan dunk bisa linux ??
Sampai-sampai gw berpikir begini:
“Apa jadinya yah klo linux ga ada terminal atau shell promptnya ??
Bakal ga bisa ngapa-ngapain total neh.”
Bukannya ingin kelihatan techie klo selalu memakai shell prompt, tapi jujur ajah gw
ga bisa ngapa-ngapain klo ga di shell prompt meskipun command yg dikuasain cuman ls, rm -rf,
cp, installpkg, removepkg. Soalnya udah kebiasaan make shell prompt buat ngelakuin tugas-tugas
tsb jadi ga biasa make yang under GUI
.
Setelah tanya ama uncle google tentang masalah ama si doi, gw dpt beberapa referensi yang sebagian besar
sangat jauh hubungannya ama trouble yang doi perbuat.
Uncle google malah ngeluarin tentang apa itu fork(), apa itu child process pada bahasa c ama c++.
Tambah pueyeng deh gw, soalnya c ama c++ bukan bhs ibu gw ;((
Setelah dpt beberapa referensi kecil yang dianggap mendekati trouble yg doi perbuat, akhirnya coba-coba deh
di praktekin ke doi. Hasilnya doi tetep ngambek ga mau nampilin apapun kecuali klo dibujuk ama akses root.
Doh tambah pueyeng deh gw, akhirnya kepaksa deh come back to warnet again jam 05.15 pagi.
Untung koneksi inetnya udah bisa, soalnya malem tadi dc waktu pukul 00.00 tepat.
Setelah menyiapkan diri untuk tanya-tanya ke channel linux luar (dgn modal bhs inggris yg pas-pasan n bantuan dr
toggletext.com) gw coba tanya-tanya. Hasilnya gw malah ga bisa jawab pertanyaan balik yg dilontarkan ama
master-master linux luar
(.
Tanya-tanya di channel indo soalnya pd bobo smua, pagi hari ga ada yg bangun
(.
Akhirnya coba nanya lagi ke uncle google dengan keyword yg menyangkut masalah child process pada gnome-terminal.
Dpt deh beberapa info lagi yg sedikit mendekati permasalah gw. Infonya adalah sbb:
Hi all,
i’m stumped here. i successfully installed debian/unstable with 2.6
kernel. my friend wanted to install debian/unstable in his IBM X20
laptop. i followed the same procedure, that i used in my desktop, but
got stuck with the /dev/pts problem.
when i open gnome-terminal, i get the error message “there was an error
creating the child process for this terminal”. i searched and found that
it is related to pseudo terminals which is supposed to be mounted
automatically by udev. since it didn’t happen i created a line in
/etc/fstab as
none /dev/pts devpts defaults 0 0
still when i boot it doesn’t mount, so i had to manually mount as
mount /dev/pts
and then gnome-terminal or xterm will work.
in my desktop i don’t have any line in the fstab for this /dev/pts but
still it mounts automatically every time it boots.
i’m completely lost
thanks
Jayachandran Kamaraj Registered Linux User :341946
Akhirnya setelah dikasih pisang goreng plus frestea gratis ama yg punya warnet (doh ngerepotin bener,
udah inet ga bayar dikasih pisang goreng ama frestea lagi).
Tepat pukul 09.00 gw pulang kerumah buat ganti baju trs ke kampus ga make mandi-mandian segala.
(Ke kampus cuman buat ambil jadwal kuliah doank, padahal dah ampir 1 bln ga tau jadwal so ga pernah masuk
kul
)
Setelah puas ngeceng dikampus
, jam 10.45 balik deh ke rumah buat makan soalnya perut dah keroncongan banget
minta diisi.
Sampe rumah, masukkin motor kemudian ambil nasi and mulai ngerayu lagi si doi supaya ga ngambek lagi.
Pertama-tama langsung nyodorin doi ama akses root, setelah login make akses root kemudian buka
gnome-terminal. Tujuan pertama adalah ke file /etc/fstab, setelah di cek ternayta file /etc/fstab ku
hanya berisi kayak gini ajah :
—————- The Trouble Maker ———————-
/dev/hda4 swap swap defaults 0 0
/dev/hda1 / reiserfs defaults 1 1
/dev/hda3 /home reiserfs defaults 1 2
/dev/hda5 /mnt/winD vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/hda6 /mnt/winE vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/cdrom /mnt/cdrom iso9660 noauto,users,ro 0 0
/dev/sda1 /mnt/MRT vfat user,exec,noauto 0 0
—————- The Trouble Maker ———————-
Loh….
dengan terbengong-bengong gw liatin tuh file /etc/fstab, rasa-rasanya koq ada yg ilang yakz ????
hmm /dev/pts nya koq ga ada ???
Akhirnya ketemu deh biang keladi doi ngambek selama ini, setelah buka-buka backup-an file /etc/fstab
akhirnya file /etc/fstab gw edit kayak begini:
——————- The trouble maker get out now ————————-
/dev/hda4 swap swap defaults 0 0
/dev/hda1 / reiserfs defaults 1 1
/dev/hda3 /home reiserfs defaults 1 2
/dev/hda5 /mnt/winD vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/hda6 /mnt/winE vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/cdrom /mnt/cdrom iso9660 noauto,users,ro 0 0
/dev/sda1 /mnt/MRT vfat user,exec,noauto 0 0
devpts /dev/pts devpts gid=5,mode=620 0 0
proc /proc proc defaults 0 0
——————- The trouble maker get out now ————————-
Abis nambahin file tsb, gw restat n kemudian coba login langsung dengan akses user.
Dan eng….ing…..eng……….
Coba buka gnome-terminal dan akhirnya sodara-sodara voila gnome-terminalku mau muncul kembali
Special thx for Mr.Jayachandran Kamaraj for your tips ![]()
and temen-temen yg dah support gw dengan pisang goreng n frestea plus ama temen2x seperjuangan on
:D:) ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^*
Hmmm….
hal yang menarik dari pengalaman ini adalah “ABOUT SECURITY YOUR LINUX BOX”
:)
Klo mau consolenya ga bisa dipake orang lain selain root, hilangkan ajah baris yg berisi:
devpts /dev/pts devpts gid=5,mode=620 0 0
proc /proc proc defaults 0 0
Hmm.. dijamin ga bakalan bisa tuh user akses ke terminal, dijamin 100% ga bakalan bisa
selain root doank.
Soalnya bingung tuh si doi, soalnya ga bisa buat proses anak.
Gampang n mudah kan ![]()
Tapi ya jangan sampai lupa konfigurasinya ![]()
Klo lupa mah ama aja bo’ong
:).
Akhirnya tepat jam 11.53 segala unek-unek ini udah tertuang dlm sebuah tulisan yang siap di publish
:)
OK…..
Thank’s for read this very “stupid” article
Hehuehueheh……….. koq make gVIM ??
Abis dikomporin sama om jeff/segmentfault + om zara yg katanya lebih enakan make VI daripada teks editor laen, akhirnya setelah siap buat ngebaca manual help gVIM yg berjibun mulai deh baca-baca.
Ternyata simpel koq cara makenya, cuman tinggal kebiasaan doank. Buat syntax higlihting (doh maap, ga bisa nulis
), setting indent, show line number ama masalah filetype ternyata konfigurasinya mudah(selama percobaan saya lo).
Klo maw konfigurasi2x, file yang harus dikonfigurasi atau dibuat ada di ~/.vimrc. Klo di ls -a ga ada di home directory buat aja sendiri.
Neh contoh file .vimrc dikomputerku:
:set filetype indent on (untuk konfigurasi file type, secara otomatis detek filetype apa yg dipake sama setting supaya indentnya otomatis jalan)
:set nu! (setting show line number)
Udah…. masih itu saja yang masih dicoba
:). Trus untuk edit-edit file neh kumpulan command yang biasa digunakan:
<esc> Tekan dd (Untuk delete line)
<esc>Tekan x (Untuk delete 1 carakter)
<esc>Tekan :w (Untuk save file tanpa keluar)
<esc>Tekan :q (Untuk keluar dr gVIM)
Tombol <Insert> (Untuk mulai memasukkan karakter.)
Dah sementara ini masih baru tahu itu doank, sebenarnya masih banyak lagi yang ada di manual helpnya. CUman ya pelan-pelan
Doh hari ini ngantuk banget
bobo’ cuman 2 jam doank, kemaren seperti kayak biasanya. Pulang dari warnet jam 1/2 3 pagi, berhubung kelaparan terpaksa pulang
.
Ampe rumah, ternyata ada temen yg maen. Minta tulung bantuin ngerjain tugas buat besok sore. Akhirnya dah ngelembur ampe jam 4 sore. Setelah mata ga kuat buat melek lagi, akhirnya tewas dah di pembaringan
.
Bangun jam 6 sore, trs ke kulkas cari2x apa yang bisa dimakan buat ngisi perut yg dah keroncongan. Doh…..ternyata isi kulkas ga ada makanan ama sekali
( kena dampak harga2x yg terus melangit ampe isi kulkas ga bisa penuh
.
Akhirnya dengan males2xan, masuk ke kamar mandi buat mandi biar seger neh badan. Setelah mandi, makan kemudian ke warnet dianterin ama ade’. DOh….ternyata ampe warnet koneksi sedang down(Oh my God). Jadi tambah ngantuk neh ga ada yg dikerjain soalnya, maw maen ga ada kendaraan
(
Akhirnya iseng2x dikit buka sedikit koleksi bokep
, biar fresh gitu loh….
. Kira-kira sekitar setengah jam lihat2x koleksi bokep, ternyata koq ada tanda2x kehidupan di koneksi(Terlihat dari gambar 2 komputer yang berkedip2x di systray
). COba cek ping oh ternyata dah reply, cuman masih blm stabil.
(
Daripada bete buka http://jawapos.com/ liat2x berita hari ini, lagi baca berita tentang singapura yg ingin beli Pelabuhan terbesar di dunia. Eh koq koneksi di jawapos.com mayan cepet yakz ???
Apa dah connect ???
akhrinya coba lihat dari hasil ping, wuih senengnya hati ternyata koneksi dah stabil kembali
Buka IRC, join ke #awali,#indolinux ama #indoopenbsd. Ternyata dah rame di chan
:)
Seep….seep…
Acara browsing ama ngerumpi dimulai deh
Ngantuk ilang, kesel ilang
Ga tau maw pulang jam berapa ntar, pokoknya klo dah ga kuat mata dah 1/2 watt baru deh pulang n tewas di pembaringan
Fyuh…. setelah mencoba instal kernel 2.6 dengan filesystem ext3 error (Error pada waktu mkinitrd):((
akhirnya coba-coba ganti filesystem reiserfs dengan cara instal ulang ;p (Very stupid solution
).
Setelah proses instalas ulang, akhirnya cling…..dpt filesystem baru.
Akhirnya langkah selanjutnya, masukin tuh cd 2 dari cd instalasi slackware ke cdrom, trs mount deh.
Copy directory linux-2.6.10 yang berada di /testing/packages/ masukkan ke home directory.
# pwd
/mnt/cdrom/testing/packages
# cp -R linux-2.6.10 ~/
#
Setelah tercopy, masuk ke direcotory linux-2.6.10 di home,kemudian install dengan command installpkg seluruh paket
yang ada di directory linux-2.6.10 dengan command spt berikut:
# installpkg alsa-driver-1.0.82.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-generic-2.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-headers-2.6.10-i386-1.tgz
# installpkg kernel-modules-2.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-source-2.6.10-noarch-1.tgz
Setelah proses instalasi selesai, masuk ke directory /boot kemudian ketik perintah berikut:
# mkinitrd -c -k 2.6.10 -m reiserfs -r /dev/hda1
(NB: Untuk selengkapnya bisa baca man mkinitrd dan README.initrd ;p)
Iks… inget waktu make filesystem ext3, pas mkinitrd error
(
can’t find jdb modules
Setelah berhasil n tanpa pesan error, sekarang tinggal buat symlink ke kernel yang lama(Soalnya konfigurasi vmlinuz
yg lama dah ketindes ama kernel 2.6.10).
Sebelum membuat symlink pastikan dulu dengan perintah ls -l seperti berikut:
# ls -l
total 5743
lrwxrwxrwx 1 root root 37 2006-02-22 14:54 README.initrd -> /usr/doc/mkinitrd-1.0.1/README.initrd
lrwxrwxrwx 1 root root 25 2006-02-22 11:13 System.map -> System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 805590 2005-01-23 04:07 System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 607998 2005-01-21 11:24 System.map-ide-2.4.29
-rw-r–r– 1 root root 512 2006-02-22 15:20 boot.0300
lrwxrwxrwx 1 root root 21 2006-02-22 11:13 config -> config-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 50545 2005-01-23 04:07 config-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 41731 2005-01-21 11:24 config-ide-2.4.29
-rw-r–r– 1 root root 5032 2004-05-21 14:19 diag1.img
drwxr-xr-x 8 root root 304 2006-02-22 11:33 initrd-tree
-rw——- 1 root root 365560 2006-02-22 11:33 initrd.gz
-rw——- 1 root root 46080 2006-02-22 11:33 map
lrwxrwxrwx 1 root root 22 2006-02-22 11:13 vmlinuz -> vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 1413281 2005-01-23 04:07 vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 1253760 2005-01-21 11:24 vmlinuz-ide-2.4.29
#
Ketikkan perintah berikut untuk membuat symlink ke kernel yang lama:
# ln -s vmlinuz-ide-2.4.29 vmlinuz-ide
Y Y
file sumber nama file tujuan
Setelah membuat symlink cek lagi dengan perintah ln -s, pastikan agar hasilnya sama spt berikut:
total 5743
lrwxrwxrwx 1 root root 37 2006-02-22 14:54 README.initrd -> /usr/doc/mkinitrd-1.0.1/README.initrd
lrwxrwxrwx 1 root root 25 2006-02-22 11:13 System.map -> System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 805590 2005-01-23 04:07 System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 607998 2005-01-21 11:24 System.map-ide-2.4.29
-rw-r–r– 1 root root 512 2006-02-22 15:20 boot.0300
lrwxrwxrwx 1 root root 21 2006-02-22 11:13 config -> config-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 50545 2005-01-23 04:07 config-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 41731 2005-01-21 11:24 config-ide-2.4.29
-rw-r–r– 1 root root 5032 2004-05-21 14:19 diag1.img
drwxr-xr-x 8 root root 304 2006-02-22 11:33 initrd-tree
-rw——- 1 root root 365560 2006-02-22 11:33 initrd.gz
-rw——- 1 root root 46080 2006-02-22 11:33 map
lrwxrwxrwx 1 root root 22 2006-02-22 11:13 vmlinuz -> vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r– 1 root root 1413281 2005-01-23 04:07 vmlinuz-generic-2.6.10
lrwxrwxrwx 1 root root 18 2006-02-22 11:24 vmlinuz-ide -> vmlinuz-ide-2.4.29
-rw-r–r– 1 root root 1253760 2005-01-21 11:24 vmlinuz-ide-2.4.29
Jika sudah, edit file /etc/lilo.conf. Seperti berikut:
# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz-ide # Mengacu ke kernel-2.4.29
root = /dev/hda1
label = Slackware-2.4
read-only # Non-UMSDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends
# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz # Mengacu ke kernel 2.6.10
initrd = /boot/initrd.gz
root = /dev/hda1
label = Slackware-2.6
read-only # Non-UMDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends
Jika sudah simpan kemudian jalankan dengan perintah seperti berikut:
# /sbin/lilo -v
Pastikan tidak ada error, jika tidak ada error maka sukses dah proses instalasi kernel 2.6.10 di slackware 10.1
Akhirnya dengan senang hati cobain tuh kernel 2.6.10
Eh ….. tapi pas cobain mount cdrom koq ga bisa yak ??????
What’s wrong ? (Ceile gaya neh make bhs inggris, padahal ga lulus loh bhs inggris 1
)
Akhirnya maen deh ke linuxquestion.org buat cari pemecahannya
Ketemu juga tuh solusinya di linuxquestion.org, ternyata utk kernel 2.6.x dah ga butuh lagi scsi emulation.
(Pengaktifan scsi emulation di kernel 2.4 berfungsi buat burning data ke cd, soalnya setelah mengaktifkan
scsi emulation saya bisa burning ke cd blank dengan tenang dan aman ^^)
Di linuxquestion.org juga diberitahu, biasanya utk pengaktifan scsi emulation di kernel 2.4 ditaruh di
lilo.conf. Jadi contoh lilo.conf buat aktifin scsi emulation adalah sbb:
#———- Begin Of File ———-#
# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
#
# Start LILO global section
append="hdc=ide-scsi" #-> Ini script buat aktifin scsi emulation di kernel 2.4
#——— End Of File ———#
Setelah dapat jawaban untuk men-disable scsi emulation di kernel 2.4, akhirnya saya rem tuh baris yang
memuat scsi emulation jadi seperti dibawah ini:
#———- Begin Of File ———-#
# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
#
# Start LILO global section
# append="hdc=ide-scsi" #-> Di disable supaya bisa mount cdrom.
#——— End Of File ———#
Setelah melakukan pengeditan di lilo.conf, ketikan /sbin/lilo -v supaya editannya permanen.
Setelah itu reboot, masuk ke kernel 2.6 dan coba lihat hasilnya.
# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
#
Cling …..berhasil dah ^^)
Tapi gimana yah klo saya pengen burning data ke cd blank ???
Dah ah ngantuk, dah jam 10 pagi. Ntar jam 2 siang ada kul lagi
Saatnya bobo’ dulu besok lanjutin lagi
:)
Note:
- Meskipun dah make filesystem reiserfs, /me tetep ngalamin error. Kebanyakan pada waktu mkinitrd
(
3 x baru berhasil
Maklum baru pertama kali cobainnya.
- Please read the manual ;p
- Jika pada kernel 2.4.29 komputer bisa shutdown secara otomatis, maka setelah menginstal kernel 2.6.10 lakukanlah pengeditan pada file /etc/rc.d/rc.modules seperti berikut (Cari section APM Support):
#——— Begin Of File ———#
#### APM support ###
# APM is a BIOS specification for saving power using several different
# techniques. This is mostly useful for battery powered laptops.
/sbin/modprobe apm
#——— End Of File ———#
Kalau tidak melakukan pengeditan pada file tersebut, maka komputer tidak akan shutdown secara otomatis lagi.
(Kembali seperti pada waktu instalasi awal).
Dah ah….
bobo’ dulu ngantuk (**)
Dilanjutkan besok ajah yah ……
Referensi:
- Majalan PC Plus edisi 231 (Menginstal Kernel 2.6.x Pada Slackware, penulis om Willy Sudiarto Raharjo)
- Linuxquestion.org
- man mkinitrd.
Akhirnya berhasil juga neh membuat paging di halaman jsp
Setelah berminggu-minggu berkutat di internet tanya sana tanya sini (:D kayak apaan ;p)
sukses juga paging di jsp
:)
Taglibnya aku ambil di http://www.servletsuite.com/servlets/pagertag.jar
Trs tldnya aku ambil di http://www.servletsuite.com/servlets/taglib139.tld
Neh contoh full codenya
:)
<%@ taglib uri="/WEB-INF/taglib139.tld" prefix="pg" %>
<%@ page import="java.sql.Connection,
java.sql.DriverManager,
java.sql.Statement,
java.sql.ResultSet" %>
<pg:paging>
<%
boolean adakesalahan = false;
int hasilpenyisipan = 0;
Connection koneksi = null;
try
{
Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver");
}
catch (Exception ex)
{
out.println("Kesalahan: " + ex);
adakesalahan = true;
}
String conect = "jdbc:mysql://localhost/coba";
if (!adakesalahan)
{
//Bentuk koneksi koneksi = null;
try
{
//Membentuk Koneksi ke DataBase
koneksi = DriverManager.getConnection(conect, "martin","martin");
}
catch (Exception ex)
{
out.println("Kesalahan: " + ex);
adakesalahan = true;
}
}
if (!adakesalahan)
{
ResultSet hasilQuery = null;
try
{
Statement stm = koneksi.createStatement();
//Statement SQL
hasilQuery = stm.executeQuery("SELECT * FROM tes");
}
catch (Exception ex)
{
out.println("Kesalahan: " + ex);
adakesalahan = true;
}
if(!adakesalahan)
{
try
{
out.println("Ini Tabelnya<br>");
while(hasilQuery.next())
{
String kdcoba = hasilQuery.getString("kdcoba");
String nm = hasilQuery.getString("nama"); %>
<pg:item>
Kodenya <%= kdcoba %> Namanya: <%= nm %><br>
</pg:item>
<%} //End while
}//End try
catch(Exception ex)
{
out.println("Kesalahan: " + ex);
}
}//End if
}//End if
%>
<pg:index>
<pg:page><%=thisPage%></pg:page>
</pg:index>
</pg:paging>
Agar bisa berjalan dengan normal ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu :
1. Buat directory kerja dulu di /jakarta-tomcat-5.0.16/webapps/CobaTag/
2. Buat directory web-inf di /jakarta-tomcat-5.0.16/webapps/CobaTag/WEB-INF/
3. Buat directory lib di /jakarta-tomcat-5.0.16/webapps/CobaTag/WEB-INF/lib/
4. Copy file taglib139.tld ke /jakarta-tomcat-5.0.16/webapps/CobaTag/WEB-INF/
5. Copy file pagertag.jar ke /jakarta-tomcat-5.0.16/webapps/CobaTag/WEB-INF/lib/
Trs klo sudah, buat database dengan nama coba dengan table tes dengan spesifikasi spt ini:
+——-+————–+
| Table | Create Table |
+——-+————–+
| tes | CREATE TABLE tes (
kd_coba int(11) NOT NULL default ‘0′,
nama varchar(30) default NULL,
PRIMARY KEY (kd_coba)
) TYPE=InnoDB |
+——-+————–+
1 row in set (0.00 sec)
Trs klo tabel sudah jadi, masukkan data lebih dari 30 dan jalankan server tomcatnya.
$CatalinaHome/bin/startup.sh
trs browse ke http://localhost:8080/CobaTag/[nama_file].jsp
Jadi khan
Seep dah akhirnya, tinggal tambahin di web yg sebenernya
Akhirnya ketemu juga software untuk membuka file berekstensi *.chm ama *.hlp
, pertama seh dulu cobain displaychm tapi koq ndak enak yah
. Soalnya klo maw baca e-book yg berformat chm harus masuk ke console dulu baru ketik ./displaychm [nama_file] baru kebuka tuh filenya.
Tapi ndak enaknya juga sering banget ada file yg ga bisa kebuka di ./displaychm
, akhirnya neh cobain Help Explorer buat buka file berekstensi *.chm. Setelah proses instal selesai, mulai deh cobainnya. Neh akhirnya tampang HelpExplorer ketika baru pertama dibuka (Coool khan XP gitu loh …
).
Cool kha
, akhirnya cobain deh buka salah satu koleksi e-book, tinggal klik File, Open trs pilih
ebook yang maw dibaca. Abis kllik Ok, wuih seep dah
neh tampangnya Help Explorer on Action

Fyuh … akhirnya sukses juga neh gabungin Linux ama Windows
Soalnya baca-baca artikel di internet semua nyaranin instal windows dulu baru instal Linux, tapi dirumah udah terinstal Linux dulu.
Pada kasus ini saya memakai 2 hdd, dengan konfigurasi sbb:
1. Primary Master -> 40 GB -> Telah terinstal Linux.(memakai lilo, untuk grub penulis blm pernah mencoba)
2. Primary Slave -> 4.3 GB -> Telah terintal Windows XP.
Setiap kali pingin pindah sistem operasi, maka yang harus dilakukan adalah masuk BIOS kemudian merubah urutan bootingnya.:( (lama-lama males juga klo harus begini terus)
Setelah cari-cari di internet, akhirnya ketemu juga caranya. Tahapan-tahapan yang diperlukan adalah sbb:
1. Menginstal lilo pada superblock partisi linux.
2. Ambil 512 bytes pertama dari partisi linux kemudian taruh di partisi Windows XP.
3. Mengedit file boot.ini dan menambahkan opsi untuk masuk ke partisi Linux.
1. MENGINSTAL LILO PADA SUPERBLOCK PARTISI LINUX.
Sebelum menginstal lilo pada superblok partisi linux, kita perlu mengetahui dimana letak partisi linux kita. Untuk mengetahui letak partisi linux, ketikan perintah seperti dibawah ini:
bash-3.00# fdisk -l
Disk /dev/hda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 1 608 4883728+ 83 Linux <– letak partisi linux.
/dev/hda2 1023 4865 30868897+ f W95 Ext’d (LBA)
/dev/hda3 609 1022 3325455 83 Linux
/dev/hda4 1 1 0 0 Empty
/dev/hda5 1023 1040 144553+ 82 Linux swap
/dev/hda6 1041 2315 10241406 b W95 FAT32
/dev/hda7 2316 4865 20482843+ b W95 FAT32
Partition table entries are not in disk order
Disk /dev/hdb: 4310 MB, 4310433792 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 524 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hdb1 * 1 523 4200966 7 HPFS/NTFS
bash-3.00#
Setelah mengetahui letak partisi linux, edit file /etc/lilo.conf seperti berikut:
# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
……
……
boot = /dev/hda1 <– SESUAIKAN SEPERTI YANG ANDA LIHAT PD COMMAND FDISK -L
……
……
# End LILO global section
# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz
root = /dev/hda1
label = slackware
read-only # Non-UMSDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends
Setelah melakukan pengeditan simpan kemudian compile lilo dengan menjalankan perintah sbb:
bash-3.00# lilo
Added slackware *
bash-3.00#
Jika anda tidak melihat pesan error apapun, maka dipastikan anda telah melalui tahapan ini dengan benar.
2. AMBIL 512 BYTES PERTAMA PARTISI LINUX KEMUDIAN TARUH DI PARTISI WINDOWS.
Untuk mengambil 512 bytes pertama dari partisi linux, ketikkan command seperti dibawah ini:
bash-3.00# dd if=/dev/hda1 of=/tmp/bootsect.lnx bs=1 count=512
Setelah menjalankan command tersebut, sekarang watkunya untuk mengcopy file /tmp/bootsect.lnx dan letakkan pada
C:\bootsect.lnx pada partisi windows XP (dapat dilakukan dengan berbagai cara misal: simpan dahulu ke usb, disket atau dapat langsung dicopy ke partisi windowsnya jika mempunyai akses baca tulis ke filesystem yang dituju).
Setelah mengcopy file bootsect.lnx ke partisi windows XP, sekarang kita dapat keluar dari Linux BOx kita dan masuk pada windows untuk mengedit file boot.ini
3. MENGEDIT FILE BOOT.INI PADA WINDOWS XP.
Untuk mengedit file boot.ini, ikuti langkah-langkah berikut:
C:\>attrib -r -a -s -h boot.ini
C:\>edit boot.ini
Kemudian tambahkan baris berikut diakhir file boot.ini
C:\bootsect.lnx="Linux BOxKU"
Save kemudian restat, untuk pilihan booting kita pilih pada harddisk yang berisi sistem operasi Windows.
Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi:
Ketika anda mencoba masuk pada partisi linux, anda mendapati error yang kurang lebih sbb:
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
Pemecahan:
- Coba lihat lagi konfigurasi di /etc/lilo.cconf, apakah sudah benar-benar terinstal pada superblock ???
- Coba cek lagi dimana partisi linux anda beerada, cek dengan command fdisk -l
Fyuh… akhirnya sukses juga neh gandengin nya
P
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Gary Rogers