Martinus Ady H. BlOg

August 31, 2007

Step by step Sharing Printer dengan CUPS

Filed under: Linux

Untuk menggunakan printer sharing di GNU/Linux sebenarnya caranya sangat mudah sekali, pada tulisan ini
distro yang digunakan adalah Zencafe 1.0 dan akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1. Konfigurasi Server CUPS
2. Konfigurasi Client

Note:
- Konfigurasi pada tulisan ini harusnya bisa digunakan oleh semua distro yang menggunakan CUPS sebagai
sarana konfigurasi printernya :)

  1. Konfigurasi Server CUPS

Supaya printer yang telah terpasang pada komputer server dapat digunakan oleh komputer yang lain, ada beberapa
konfigurasi tambahan yang harus dilakukan pada server CUPS yaitu :

Buka konfigurasi CUPS dengan cara mengetikkan localhost:631 pada address bar, kemudian pilihlah menu “Manage Server” seperti gambar dibawah ini:
sharing1

Setelah tampilan konfigurasi Server CUPS muncul, berilah centang pada opsi:
- Share published printers connected to this system dan
- Allow users to cancel any job (not just their own)

seperti gambar dibawah ini:
sharing2

Setelah melakukan konfigurasi seperti diatas, tekanlah tombol Change Settings untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan. Jika setelah menekan tombol Change Settings muncul kotak dialog box yang meminta username
dan password masukkan username root dan password root yang terdapat pada sistem anda.

Konfigurasi server CUPS telah selesai dilakukan, sekarang konfigurasilah client yang ingin menggunakan
printer yang terdapat pada server seperti langkah-langkah pada bagian ke dua.

  1. Konfigurasi Client

Agar dapat menggunakan printer yang telah dikonfigurasi pada server, pada komputer client service CUPS harus sudah berjalan.

Untuk mengaktifkan service cups caranya sangat mudah sekali yaitu sebagai berikut :
1. Masuk ke terminal kemudian ketikkan su seperti gambar dibawah ini:

operatore[~]$ su
Password:
root[operatore]#

  1. Setelah mendapatkan akses root, berikan akses eksekusi pada file /etc/rc.d/rc.cups dengan cara sebagai berikut :


root[operatore]# chmod +x /etc/rc.d/rc.cups

  1. Setelah file /etc/rc.d/rc.cups mempunyai akses execute, sekarang jalankan service cupsnya dengan cara sebagai berikut :


root[operatore]# /etc/rc.d/rc.cups start
cups: started scheduler.
root[operatore]#

Setelah service cups berjalan, sekarang coba bukalah OpenOffice kemudian ketik sembarang kata untuk mencoba
mencetak ke printer yang terdapat pada server, kemudian lakukan test untuk printernya dengan cara pilih
File -> Print pada OpenOffice. Jika langkah-langkah yang dilakukan sudah benar, maka pada tampilan Print Dialog
yang terdapat pada OpenOffice akan muncul Nama Printer yang terdapat pada komputer server seperti gambar dibawah
ini:
Client

Mudah bukan sharing printer di GNU/Linux ?? :)

August 6, 2007

Panduan Zencafe

Filed under: Linux

Buat teman-teman yang bingung ketika menggunakan Distro GNU/Linux Zencafe, teman-teman dari komunitas AWALI udah membuat beberapa panduan tentang bagaimana menggunakan Zencafe tersebut.
Untuk panduannya bisa didownload/diunduh disini.
Atau kalau mau yang versi cetaknya, teman-teman bisa beli Majalah InfoLinux edisi 08/2007 disini.
Semoga dengan banyaknya panduan GNU/Linux berbahasa Indonesia memudahkan proses penetrasi penggunaan Sistem Operasi GNU/Linux di Indonesia :)

Amin…amin :)

July 19, 2007

Tips Memilih Distribusi Linux Buat Pemula.

Filed under: Linux

Banyaknya distribusi GNU/Linux yang terdapat di Internet mungkin membingungkan sebagian pengguna awam Linux :) , terutama bagi pengguna awam yang mempunyai usaha pada dunia komputer contohnya Warnet, Rental Komputer dan Toko Komputer. Sebenarnya semua distribusi GNU/Linux yang terdapat di Internet ini sudah siap pakai semua, hanya saja ada beberapa distribusi GNU/Linux yang membutuhkan sedikit ’sentuhan’ agar dapat bekerja seperti yang kita inginkan. Nah bagi beberapa pengguna awam mungkin ’sedikit’ kesulitan bagaimana cara ‘menyentuh’ distribusi GNU/Linux yang mereka install agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan, apalagi kalau waktu untuk memberi ’sentuhan’ tersebut tidak ada (waktu ngoprek-nya tidak ada) mungkin mereka berkata “Linux itu sulit” dan bisa-bisa jadi malas untuk mengenal GNU/Linux.

Berhubung banyaknya distribusi GNU/Linux tersebut dan beragamnya cara instalasi program pada GNU/Linux, mungkin cara terbaik untuk mengenalkan GNU/Linux pada pengguna awam adalah memberikan beberapa daftar distribusi GNU/Linux dan beberapa kemampuan yang secara ‘default’ sudah terdapat pada distribusi GNU/Linux tersebut dan dibawah ini ada beberapa distribusi GNU/Linux yang dibahas yaitu Ubuntu 7.04, Mandriva 2007, openSUSE dan Zencafe 1.0. Table dibawah ini menjelaskan kemampuan beberapa distro diatas setelah proses instalasi selesai dilakukan tanpa melakukan penginstalan software atau driver baru dan hasilnya adalah sebagai berikut:

(Tabel dibawah ini belumlah lengkap, masih mungkin ada beberapa fitur/fasilitas/kemampuan yang belum dimasukkan kedalam tabel ini)

Ubuntu
View Large

Mandriva
View Large

openSuse
View Large

Zencafe
View Large

Note: ini murni pendapat saya pribadi :)

May 2, 2007

Step By Step Instalasi LTSP 4.2u2-0 di Zencafe 1.0/Zenwalk4.4

Filed under: Linux

Untuk menginstal LTSP di Zencafe atau Zenwalk, langkah pertama yang harus dilakukan
adalah menginstal file ltsp-utils yang bisa didownload pada situs
http://wiki.ltsp.org/twiki/bin/view/Ltsp/DownLoads

Berhubung distribusi Zencafe/Zenwalk merupakan distribusi turunan dari Slackware,
maka downloadlah paket khusus untuk distribusi Slackware. Setelah mendownload
kemudian install paket ltsp-utils tersebut dengan perintah installpkg.


root[LTSP]# wget -c http://www.tna.nl/ltsp/ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz
root[LTSP]# ls
ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz
root[LTSP]# installpkg ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA.tgz
Installing package ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA…
PACKAGE DESCRIPTION:
ltsp-utils: Linux Terminal Server Project utilities - ltsp-utils 0.25-0
ltsp-utils: This package includes the following utilities for LTSP server:
ltsp-utils:
ltsp-utils:   ltspadmin   For installing and managing the packages
ltsp-utils:               on an LTSP server.
ltsp-utils:   ltspcfg     For configuring the services on an LTSP server.
ltsp-utils:   ltspinfo    For querying the workstation, to learn things,
ltsp-utils:               such as which sound daemon is being used.
ltsp-utils:
ltsp-utils: Homepage: http://www.ltsp.org/
ltsp-utils: (Packaged by mdekker@tna.nl on 23-May-2006)
root[LTSP]#

Untuk mengecek apakah paket tersebut sudah terinstal atau belum, berikan perintah
seperti dibawah ini:


root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep ltsp-utils
ltsp-utils-0.25.0-noarch-1TnA
root[LTSP]#

Setelah paket ltsp-utils terinstal, ada beberapa paket lagi yang diperlukan
oleh Zencafe/Zenwalk untuk bisa dijadikan sebagai LTSP server, dan ini
tidak terdapat pada default instalasi maupun di repository dari Zenwalk
sendiri. Tetapi untungnya, kita masih bisa memakai paket dari distribusi
Slackware (karena Zencafe/Zenwalk adalah turunan dari distribusi Slackware).
NB:
- Untuk Zencafe 1.0 dan Zenwalk 4.4 silahkan download paket dari Slackware 11 :)
(Thx buat om anjar yang udah beritahu masalah ini ^^ )

Oh iya, paket-paket yang dibutuhkan yaitu:
1. DHCPD (Ini tidak terdapat di mirror zenwalk, ambil dari distro Slackware).
2. perl-libwww-perl (Ini juga tidak ada, ambil dari Slackware juga) :D

Berhubung Zencafe / Zenwalk adalah turunan Slackware, ada beberapa paket
lainnya yang tidak disediakan pada waktu default instalasinya.
Beberapa paket tersebut adalah:
1. Paket DHCPD.
2. Paket libwww-perl. (Untuk menjalankan ltspadmin ? )

Setelah mengetahui paket-paket apa saja yang dibutuhkan, sekarang waktu
untuk download dan menginstal paket-paket tersebut dengan cara sebagai
berikut:


root[LTSP]# wget -c http://ftp.riken.jp/linux/slackware/slackware-current/slackware/n/dhcp-3.0.5-i486-1.tgz
root[LTSP]# installpkg dhcp-3.0.5-i486-1.tgz
Installing package dhcp-3.0.5-i486-1…
PACKAGE DESCRIPTION:
dhcp: dhcp (DHCP server and client utilities)
dhcp:
dhcp: This package provides the ISC’s DHCP utilities, including both a
dhcp: server and client.  The DHCP protocol allows a host to contact a
dhcp: central server which maintains a list of IP addresses which may be
dhcp: assigned on one or more subnets.   A DHCP client may request an
dhcp: address from this pool, and then use it temporarily for communication
dhcp: on the network.   The DHCP protocol also provides a mechanism whereby
dhcp: a client can learn important details about the network to which it is
dhcp: attached, such as the location of a default router or name server.
dhcp:
Executing install script for dhcp-3.0.5-i486-1…
	
root[LTSP]# wget -c http://ftp.naist.jp/pub/Linux/linuxpackages/Slackware-11.0/jay/perl-libwww-perl/perl-libwww-perl-5.805-noarch-1.tgz
root[LTSP]# installpkg perl-libwww-perl-5.805-noarch-1.tgz
Installing package perl-libwww-perl-5.805-noarch-1…
PACKAGE DESCRIPTION:
perl-libwww-perl: perl-libwww-perl 5.805 (Perl module)
perl-libwww-perl:
perl-libwww-perl:  Packaged by cpan2tgz
perl-libwww-perl:  cpan2tgz by Jason Woodward 
perl-libwww-perl:  http://software.jaos.org/
perl-libwww-perl:
Executing install script for perl-libwww-perl-5.805-noarch-1…
root[LTSP]#

Nah klo semua paket dah terinstall, untuk mengeceknya silahkan ketik
perintah sebagai berikut:


root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep dhcp
dhcp-3.0.5-i486-1
dhcpcd-2.0.4-i486-2
root[LTSP]# ls /var/log/packages | grep libwww
perl-libwww-perl-5.805-noarch-1
root[LTSP]#

Nah setelah semua persiapan selesai, sekarang waktunya download
file iso dan md5sum dari http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/
dengan cara sebagai berikut:


root[LTSP]# wget -cb http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.iso
root[LTSP]# wget -c http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.md5sum
–07:45:02–  http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.md5sum
           => `ltsp-4.2u2-0.md5sum’
Resolving ltsp.mirrors.tds.net… 216.165.129.141
Connecting to ltsp.mirrors.tds.net|216.165.129.141|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 200 OK
Length: 51 [text/plain]
	
100%[=============================================>] 51            –.–K/s             
	
07:45:03 (2.95 MB/s) - `ltsp-4.2u2-0.md5sum’ saved [51/51]
	
root[LTSP]#

Nah klo sudah selesai download file ltsp isonya, cek dulu md5sumnya,
buat jaga-jaga saja :D


root[LTSP]# md5sum ltsp-4.2u2-0.iso
e09b1fd6cc20d4632699a2a53c0fca21  ltsp-4.2u2-0.iso
root[LTSP]# more ltsp-4.2u2-0.md5sum
e09b1fd6cc20d4632699a2a53c0fca21  ltsp-4.2u2-0.iso

Setelah selesai, sekarang mount file ltsp-4.2u2-0.iso. Tapi sebelumnya
bikin dulu direktori mount point di /mnt dulu dengan cara sebagai berikut:


root[LTSP]# mdkir /mnt/cdrom
root[LTSP]# mount -t iso9660 -o loop ltsp-4.2u2-0.iso /mnt/cdrom/

Nah klo sudah, sekarang waktu untuk konfigurasi LTSP servernya.
Ketikkan perintah seperti dibawah ini untuk masuk kedalam menu konfigurasi
LTSP.


root[LTSP]# ltspadmin
	
/usr/sbin/ltspadmin: Must be run as root
	
   If you used ’su’ to become the SuperUser, make sure
   you include the hyphen ‘-’ as an argument to su.
   that is:
	
       su -
	
   That will ensure that the proper environment is setup.
	
root[LTSP]# su -
root[~]# ltspadmin

Nah klo sudah nanti akan ada tampilan sebagai berikut:

Untuk pertama kali install, pada menu LTSP Administration Utility
pilihlah menu Configure the installer options seperti gambar
dibawah ini:

Setelah meng-konfigurasi installer optionnya. Sekarang pilihlah
menu Install/Update LTSP Package, sehingga tampilannya seperti
gambar dibawah ini:

NB: Tekan A untuk memilih semua paket-paketnya dan Q untuk mulai proses
intalasi.

Nah setelah semua paket LTSP nya sudah terinstal, sekarang waktunya
untuk mengkonfigurasi LTSP servernya. Ketikkan perintah ltspcfg diterminal
atau console, setelah itu tekan tombol enter sehingga muncul tampilan
seperti berikut:


ltspcfg v0.16            The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org)
	
  S - Show the status of all services
  C - Configure the services manually
	
  Q - Quit
	
Make a selection: c

Kemudian tekan C terus enter untuk mulai mengkonfigurasi seluruh service-service
yang diperlukan oleh LTSP, tampilan menu konfigurasi tersebut adalah sebagai
berikut:


ltspcfg v0.16            The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org)
	
  1 - Runlevel
  2 - Interface selection
  3 - DHCP configuration
  4 - TFTP configuration
  5 - Portmapper configuration
  6 - NFS configuration
  7 - XDMCP configuration
  8 - Create /etc/hosts entries
  9 - Create /etc/hosts.allow entries
  10 - Create /etc/exports entries
  11 - Create lts.conf file
	
  R - Return to previous menu
  Q - Quit
	
Make a selection:

Setelah menemui tampilan seperti diatas, enable kan semua service-service
tersebut.

Catatan untuk Run Level:
- Karena Zencafe/Zenwalk adalah turunan dari Slackware, maka run level
untuk GUI adalah run level 4.

Setelah semua selesai dikonfigurasi, tekan tombol R kemudian
enter untuk kembali ke menu utama LTSP Admin Utility.
Tekan S untuk melihat konfigurasi-konfigurasi yang telah dilakukan pada
langkah sebelumnya. Jika langkah yang dilakukan benar, maka tampilannya
kurang lebih seperti dibawah ini:


Service    Installed   Enabled   Running   Notes
dhcpd      Yes         no        no
tftpd      Yes         Yes       Yes       Has ‘-s’ flag
portmapper Yes         no        Yes
nfs        Yes         no        Yes
xdmcp      Yes         no        Yes       xdm, gdm   Using: gdm
	
File                                Configured  Notes
/etc/hosts                          Yes
/etc/hosts.allow                    Yes
/etc/exports                        Yes
/opt/ltsp/i386/etc/lts.conf         Yes         
	
Configured runlevel: 4         (value of initdefault in /etc/inittab)
   Current runlevel: 4         (output of the ‘runlevel’ command)
	
Installation dir…: /opt/ltsp
	
Press [enter] to return to the main menu…

Wah service DHCPD nya koq belum jalan ?
Gimana cara menjalankannya ?

Untuk menjalankan service DHCPD pada Zencafe/Zenwalk, tambahkan baris
berikut pada file /etc/rc.d/rc.local hingga seperti dibawah ini:


root[~]# more /etc/rc.d/rc.local
#!/bin/sh
#
# /etc/rc.d/rc.local:  Local system initialization script.
#
# Put any local setup commands in here:
	
# Jalankan service dhcpd di Zencafe
/usr/sbin/dhcpd
root[~]#

Setelah menambahkan baris tersebut di file /etc/rc.d/rc.local, jangan
reboot dulu. Editlah file /etc/dhcpd.conf. Cari baris seperti ini:


if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = \"PXEClient\" {
        filename \"/lts/2.6.16.1-ltsp-1/pxelinux.0\";
    }
    else{
        filename \"/lts/vmlinuz-2.6.16.1-ltsp-1\";
    }

kemudian edit hingga menjadi seperti dibawah ini:


if substring (option vendor-class-identifier, 0, 9) = \"PXEClient\" {
        filename \"/lts/2.6.17.3-ltsp-1/pxelinux.0\";
    }
    else{
        filename \"/lts/vmlinuz-2.6.16.1-ltsp-1\";
    }

NB:
- ganti filename “/lts/2.6.16.1-ltsp-1/pxelinux.0″; dengan filename “/lts/2.6.17.3-ltsp-1/pxelinux.0″;

Kalau sudah, silahkan simpan kemudian reboot untuk melihat hasilnya.

Untuk mengecek apakah service-service yang diperlukan sudah berjalan atau belum,
ikuti langkah-langkah berikut:
1. Cek DHCPD


root[~]# netstat -an | grep \”:67\”
udp        0      0 0.0.0.0:67              0.0.0.0:*
root[~]# ps aux | grep dhcpd
root     1509  0.0  0.9   1876   604 pts/0    R+   23:48   0:00 grep dhcpd
root     3519  0.0  1.9   2516  1196 ?        Ss   23:17   0:00 /usr/sbin/dhcpd
root[~]#
  1. Cek TFTPD

root[~]# ls /tftpboot/
lts/
root[~]# touch /tftpboot/tes
root[~]# ls /tftpboot/
lts/  tes
root[~]# tftp localhost
tftp> verbose
Verbose mode on.
tftp> get tes
getting from localhost:tes to tes [netascii]
tftp> quit
root[~]#
  1. Cek NFS, Portmap ama mount daemon.

root[~]# ps -e | grep portmap
2321 ?        00:00:00 rpc.portmap
root[~]# netstat -an | grep ”:111 ”
tcp        0      0 0.0.0.0:111             0.0.0.0:*               LISTEN
udp        0      0 0.0.0.0:111             0.0.0.0:*
root[~]# ps -e | grep nfs
 433 ?        00:00:00 nfsd
 434 ?        00:00:00 nfsd
 435 ?        00:00:00 nfsd
 436 ?        00:00:00 nfsd
 437 ?        00:00:00 nfsd
 438 ?        00:00:00 nfsd
 439 ?        00:00:00 nfsd
 440 ?        00:00:00 nfsd
root[~]# ps -e | grep mountd
 442 ?        00:00:00 rpc.mountd
root[~]# rpcinfo -p localhost
   program vers proto   port
    100000    2   tcp    111  portmapper
    100000    2   udp    111  portmapper
    100024    1   udp    813  status
    100024    1   tcp    816  status
    100021    1   udp   1024  nlockmgr
    100021    3   udp   1024  nlockmgr
    100021    4   udp   1024  nlockmgr
    100003    2   udp   2049  nfs
    100003    3   udp   2049  nfs
    100021    1   tcp   4772  nlockmgr
    100021    3   tcp   4772  nlockmgr
    100021    4   tcp   4772  nlockmgr
    100003    2   tcp   2049  nfs
    100003    3   tcp   2049  nfs
    100005    1   udp    618  mountd
    100005    1   tcp    621  mountd
    100005    2   udp    618  mountd
    100005    2   tcp    621  mountd
    100005    3   udp    618  mountd
    100005    3   tcp    621  mountd
root[~]#

Wah kayaknya semua service dah berjalan normal, dan dilihat di status
servicenya dah ok nih.


The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org)
	
Interface IP Address      Netmask         Network         Broadcast        Used
eth0      192.168.1.7     255.255.255.0   192.168.1.0     192.168.1.255   < -----
	
Service    Installed   Enabled   Running   Notes
dhcpd      Yes         no        Yes       Version 3
tftpd      Yes         Yes       Yes       Has '-s' flag
portmapper Yes         no        Yes
nfs        Yes         no        Yes
xdmcp      Yes         no        Yes       xdm, gdm   Using: gdm
	
File                                Configured  Notes
/etc/hosts                          Yes
/etc/hosts.allow                    Yes
/etc/exports                        Yes
/opt/ltsp/i386/etc/lts.conf         Yes         
	
Configured runlevel: 4         (value of initdefault in /etc/inittab)
   Current runlevel: 4         (output of the 'runlevel' command)
	
Installation dir...: /opt/ltsp
	
Press [enter] to return to the main menu...

Semua udah running, sekarang coba booting dari client.

Weeeeekkkkzz…..
koq ga keluar guinya ???
Koq keluarnya cuman cursor silang doank di client ?
Gimana supaya clientya bisa masuk ke XWindow ??

Caranya sebagai berikut:

Zencafe/Zenwalk memakai gdm untuk login managernya. Mungkin ada sedikit
kesalahan di “gdm/login managernya” :D

Sekarang login coba login di PC yang ingin dijadikan sebagai LTSP server
dengan akses root. Kemdian buka terminal dan jalankan perintah gdmsetup
seperti berikut:


root[~]# gdmsetup

Setelah menjalankan perintah diatas, akan tampil window seperti gambar
dibawah ini:

Gambar7

View Large

Pada kolom isian Style, ganti isinya dengan Same As Local, klo sudah
silahkan di close terus reboot servernya.

Coba akses dari client, gimana hasilnya ??? :)

Oh iya untuk percobaan ini di pc client memakai PXE.
Untuk teman-teman yang ingin cobain LTSP dengan Zencafe sebagai distronya,
mungkin bisa saling sharing di #awali[at]DALnet. :)

Referensi:

http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/docs/ltsp-4.1-en.html


http://www.ltsp.or.id/dokument6_ver3.htm

Maap klo bahasa-nya masih acak-adut, soalnya baru bisa install LTSP :D
Thx buat aa[N] buat tahu gorengnya :)

April 26, 2007

Download Driver Canon Pixma IP1000 untuk GNU/Linux

Filed under: Linux

Menyambung tulisan tentang Instalasi Driver Canon Pixma and setelah melakukan cross cek ke situs http://www.mafia.or.id/ (saya coba download lagi dari mafia.or.id) dan ternyata gagal juga :-D

Maka untuk teman-teman yang ingin Driver Canon Pixma IP1000 untuk Linux bisa download disini:
FTP Slackware Linux Indonesia (.tgz)
Geocities TGZ Format
Geocities RPM Format

Makasih buat om anjar yang sudah ngebikinin folder sayah om :-D , maklum slackware.linux.or.id sulit banget diakses dari tempat sayah om :(

Zencafe+LTSP 2

Filed under: Linux

Wuah…. akhirnya “hampir” jalan juga neh LTSP :D
Setelah selesai download ltsp-4.2u2-0.iso, akhirnya coba lagi instal ltsp dengan versi yang baru didownload ini, moga2x ajah berhasil :-D .

Proses pengecekan md5sum berjalan sukses (ane ga mau kejadian kayak kemaren, masak pas dah instal ada 1 package yg md5sumnya error, akhirnya broken smua deh ga isa nerusin proses installasinya).
Kemudian coba-coba instal, n ngikutin petunjuk yang ada di disini

Dan ini adalah hasil sementara saya:

 
ltspcfg v0.16                                                          The Linux Terminal Server Project (http://www.LTSP.org)
	
Interface IP Address      Netmask         Network         Broadcast        Used
eth0      192.xx.x.xx   255.255.255.0   192.xx.x.xx     192.xx.x.xx   < -----
	
Service    Installed   Enabled   Running   Notes
dhcpd      Yes         no        Yes       Version 3
tftpd      Yes         Yes       Yes       Has '-s' flag
portmapper Yes         no        Yes
nfs        Yes         no        Yes
xdmcp      Yes         no        no        xdm, gdm   Using: none!
	
File                                Configured  Notes
/etc/hosts                          Yes
/etc/hosts.allow                    Yes
/etc/exports                        Yes
/opt/ltsp/i386/etc/lts.conf         Yes
	
Configured runlevel: 3         (value of initdefault in /etc/inittab)
   Current runlevel: 3         (output of the 'runlevel' command)
	
Installation dir...: /opt/ltsp
	
Press [enter] to return to the main menu...
	

Hmm… kayaknya sudah normal smua :-D , cobain cek satu persatu buat memastikan. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah (Saya cuman ngecek 3 daemon ajah, soalnya ini yang menurut saya paling sulit. 2 hari ngoprek tftpd ga jalan-jalan :( ):

1) Cek dhcpd-nya aktif atau belum.


root[~]# netstat -an | grep \”:67 \”
udp        0      0 0.0.0.0:67              0.0.0.0:*
root[~]# ps aux | grep dhcpd
root     1509  0.0  0.9   1876   604 pts/0    R+   23:48   0:00 grep dhcpd
root     3519  0.0  1.9   2516  1196 ?        Ss   23:17   0:00 /usr/sbin/dhcpd
root[~]#

Seep… dah running well :-)

2) Cek TFTPD-nya dah aktif atau belum.


root[~]# ls /tftpboot/
lts/
root[~]# touch /tftpboot/tes
root[~]# ls /tftpboot/
lts/  tes
root[~]# tftp localhost
tftp> verbose
Verbose mode on.
tftp> get tes
getting from localhost:tes to tes [netascii]
tftp> quit
root[~]#

Hmmm… seeep, daemon tftpdnya udah aktif… :)

3) Cek NFS-nya dah aktif atau belum, karena pada manualnya untuk mengecek NFS harus ngecek portmap ama mount daemon, yah dicek smua ajah dah :P
Ini result di computer yang saya buat percobaan:


root[~]# ps -e | grep portmap
2321 ?        00:00:00 rpc.portmap
root[~]# netstat -an | grep \”:111 \”
tcp        0      0 0.0.0.0:111             0.0.0.0:*               LISTEN
udp        0      0 0.0.0.0:111             0.0.0.0:*
root[~]# ps -e | grep nfs
 433 ?        00:00:00 nfsd
 434 ?        00:00:00 nfsd
 435 ?        00:00:00 nfsd
 436 ?        00:00:00 nfsd
 437 ?        00:00:00 nfsd
 438 ?        00:00:00 nfsd
 439 ?        00:00:00 nfsd
 440 ?        00:00:00 nfsd
root[~]# ps -e | grep mountd
 442 ?        00:00:00 rpc.mountd
root[~]# rpcinfo -p localhost
   program vers proto   port
    100000    2   tcp    111  portmapper
    100000    2   udp    111  portmapper
    100024    1   udp    813  status
    100024    1   tcp    816  status
    100021    1   udp   1024  nlockmgr
    100021    3   udp   1024  nlockmgr
    100021    4   udp   1024  nlockmgr
    100003    2   udp   2049  nfs
    100003    3   udp   2049  nfs
    100021    1   tcp   4772  nlockmgr
    100021    3   tcp   4772  nlockmgr
    100021    4   tcp   4772  nlockmgr
    100003    2   tcp   2049  nfs
    100003    3   tcp   2049  nfs
    100005    1   udp    618  mountd
    100005    1   tcp    621  mountd
    100005    2   udp    618  mountd
    100005    2   tcp    621  mountd
    100005    3   udp    618  mountd
    100005    3   tcp    621  mountd
root[~]#

Hmm.. bener-bener dah jalan :-D , ya udah klo gitu :-D

Wah kayaknya dah ga ada yang kurang lagi :) , maklum ini masih percobaan pertama :-D . Dulu pertama masuk warnet mah tahu teorinya begini n begitu, teknisnya baru sekarang cobainnya :)

Oh iya, maap saya masih belum bisa kasih step-by-step secara detailnya sampai LTSP + Zencafe bisa jalan.
Soalnya ini juga masih separo jalan :-D , nanti saya informasikan di blog ini juga koq :-)

Lanjutin besok lagi ngopreknya, sekarang mau baca2x email n forum dulu :-D

1 lagi dink makasih buat temen2x n om2x yg dah mau support n bantuin selama 3 minggu ini yach :-D ,
maklum om first time :-D (halah make ngeles segala) :P

April 25, 2007

Zencafe+LTSP 1

Filed under: Linux

Wah …. dah beberapa hari ini cobain pasang LTSP di Zencafe duh ga isa-isa :(
Dari yg tftpdnya ga jalan kek, trs coba instal ulang lagi.
Instal lagi malah kejadiannya lucu, ltsp-xfont md5nya ga cocok jadi gagal diinstal :( (
Padahal make file .iso yang sama, tapi anehnya errornnya beda2x :(

Akhirnya daripada pusing2x, coba downlooad lagi ltsp-4.2.
N coba mau cek md5nya lagi.
Sembari nungguin download liat Piala Champion :D (Chelsea - Liverpol, skor sementara masih 1-0) :D


–00:25:43–  http://ltsp.mirrors.tds.net/pub/ltsp/isos/ltsp-4.2u2-0.iso
  (try: 3) => `ltsp-4.2u2-0.iso’
Connecting to ltsp.mirrors.tds.net|216.165.129.141|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 206 Partial Content
Length: 104,693,760 (100M), 82,312,303 (78M) remaining [application/octet-stream]
	
72% [+++++++++++++++++==========================================>                       ] 75,813,077     3.18K/s  ETA 1:34:18
	

Iks… kapan kelarnya ??? :(

April 21, 2007

Instalasi Driver Canon Pixma iP1000 di Slackware

Filed under: Linux

Fyuh.. akhirnya bisa juga neh nge-print di Linux kesayangan :) so saya ga perlu Windows lagi buat ngeprint. :D :) Setelah sekian lama makai linux tanpa bisa ngeprint :( , akhirnya titik gelap itu terungkap sudah :P Sampai-sampai punya pikiran buat menceraikan Slack kesayangan dengan disto yang laen, tapi setelah melalui malam yang amat panjang akhirnya Slack saya bisa ngeprint :) Walaupun harus instal ulang Slack dan ngonfigurasi lagi dari awal.:( :D Setelah baca-baca di sini , akhirnya cobain deh tuh tips dan triknya. Cuman untuk distro Slackware yang saya pakai ternyata ada beberapa konfigurasi yang ga perlu dilakukan :) Untuk distro Slackware, caranya adalah sebagai berikut:
NOTE: Langkah 1 sampai langkah 4 sama persis
seperti di sini

1. Download driver yang diperlukan, yaitu:

[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfiltercommon-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfilterpixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# wget -c http://www.mafia.or.id/bjfilter/bjfilterpixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# ls
Desktop
bjfilter-common-2.50-2.i386.rpm
bjfilter-pixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
bjfilter-pixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]#


2. Convert paket rpm ke tgz.

[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-common-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-pixmaip1000-2.50-2.i386.rpm
[root@pemula:~]# rpm2tgz bjfilter-pixmaip1000-lprng-2.50-2.i386.rpm


3. Install driver-driver yang telah dikonvert.

[root@pemula:~]# installpkg *.tgz
Tunggu beberapa menit untuk proses instalasi


4. Edit file canonpixmaip1000.ppd Setelah proses instalasi selesai, sekarang editlah file canonpixmaip1000.ppd yang berada di direktori /usr/share/cups/model

[root@pemula:~]# cd /usr/share/cups/model
[root@pemula:/usr/share/cups/model]# ls
C deskjet2.ppd foomatic-ppds pxlcolor.ppd stphoto.ppd canonpixmaip1000.ppd
dymo.ppd laserjet.ppd pxlmono.ppd stphoto2.ppd epson24.ppd okidat24.ppd
stcolor.ppd zebra.ppd deskjet.ppd epson9.ppd okidata9.ppd stcolor2.ppd


Tambahkan baris berikut pada file canonpixmaip1000.ppd:

*OpenUI *CNQuality/Quality: PickOne
*DefaultCNQuality: 3
*CNQuality 2/High: “2″
*CNQuality 3/Normal: “3″
*CNQuality 4/Standard: “4″
*CNQuality 5/Economy: “5″
*CloseUI: *CNQuality

Kemudian ganti baris yang berisi:

*OpenUI *Resolution/Output Resolution: PickOne
*DefaultResolution: 600
*Resolution 600/600 dpi: “<>setpagedevice”
*CloseUI:
*Resolution

dengan:

*OpenUI
*Resolution/Output Resolution: PickOne
*DefaultResolution: 600
*Resolution 600/600 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 1200/1200 dpi: “<>setpagedevice”
*Resolution 2400/2400 dpi: “<>setpagedevice”
*CloseUI: *Resolution

Setelah melakukan pengeditan, simpan.

5. Restat CUPS. Setelah menyimpan konfigurasi file canonpixmaip1000.ppd,
restatlah service CUPS.

[root@pemula:~]# /etc/rc.d/rc.cups restart
cups: restarted scheduler.
[root@pemula:~]#


6. Daftarkan Printer. Nah klo services CUPS sudah direstart, sekarang coba buka browser
kesayangan anda kemudian ketik di address bar seperti ini: http://localhost:631/
Setelah keluar tampilan Printer Administration, coba klik menu printer.
Tunggu beberapa saat, jika ada permintaan untuk memasukkan username dan
password isikan dengan username root dan password root anda. :)
Untuk menambahkan printer, klik tombol AddPrinter maka akan keluar
tampilan yang mengharuskan anda untuk memasukkan Name, Location
dan Description. Isikan data seperti berikut:
Name : CanonPixmaIP1000
Location: [kosongkan]
Description: CanonPixmaIP1000
Kurang lebih tampilannya seperti berikut:
Click To View Large

7. Tentukan Device Printer. Untuk penentuan device printer, pilih option
USB Printer #1 with status readback for Canon BJ (Canon iP1000)
Kurang lebih tampilannya seperti ini:

Click To View Large

8. Tentukan Merk dan Model Printer. Untuk pilihan make pilih merk Canon, dan pada
model pilih Canon PIXMA iP1000 Ver.2.50(en)


Click To View Large


Click To View Large

Jika proses yang anda lakukan sukses, tampilan printer yang anda add adalah
seperti berikut:

Click To View Large

Jika sudah coba klik menu print test page. :) Jika tidak ada masalah, maka anda akan mendapati tampilan kurang lebih seperti ini:


Click To View Large

  1. Done. Selesai. Fyuh.. akhirnya bisa ngeprint juga Slackware sayah :D :)

April 11, 2007

Testing Distro Lokal Zencafe 1.0

Filed under: Linux

Wuah akhirnya setelah nungguin selama 1 minggu lebih download iso Zencafe (download speed 3 KB/s emoticon), akhirnya berhasil install ke komputer kemarin :)

Kesan pertama waktu booting cool……. :)
Klo boleh dibilang sih pemerkosaan :D , maklum komputer yg ada buat ngoprek cuman PII 348Mhz RAM 64 MB and Harddisknya cuman 2GB. emoticon
Bisa masuk ke desktop dengan mulus, cuman sayangnya pada komputer dengan spek segitu ga bisa menjalankan 2 aplikasi secara bersamaan :D , udah dibilangin sih ama om Anjar
"Jangan disamain ama puppy linux yach"   jadi malu emoticon
"Maap om, cuman ingin tahu saja" (Tapi kebangetan) emoticon
Ini sebenernya mau cobain lagi dengan spek yang sama, cuman tambah RAM ajah dijadiin 128 MB.
Kira-kira kuat ndak yach ???? :D

Btw klo boleh tahu, ada yang pernah coba install dengan spesifikasi seperti yang saya pakai ? :D Klo ditambahin RAM gimana yach jadinya ??

Makasih banyak and salut buat om Anjar yang udah bersusah payah ngebikin distro ini layak pakai om :)

Hasilnya setelah instal n cobain Zencafe sendiri, ini hasilnya (ini hasil opini pribadi loh):
1. Tampilannya keren abis and T-O-P abies dech :)
2. Bootingnya cepet banget, meskipun makai bootsplash. :)
3. Tampilan selain keren, mirip ama Windows. Cocok buat temen-temen yang baru pindah dari Windows ke Linux. Terutama buat warnet neh :) (Mayan buat rekomendasi ke temen, soalnya ada yang cariin desktop kek begini :) )
4. Tidak direkomendasikan di PC PII 348 MHz, RAM 64 MB. (jalannya kayak keong)
NOTE: Distro ini bukan kek distro kecil spt puppy linux :D , jadi yach jangan disamain yach :D .
Klo untuk ngetes ajah gpp koq :D (Niru omongan om Anjar diatas emoticon)

NOT RECOMMENDED:
PC Dengan spesifikasi dibawah PII 384 MHZ, RAM 64 MB HDD 2GB

SARAN:
Coba di LTSP-kan :) , klo di LTSP-kan client dengan spek segitu masih bisa jalan koq :)
Asal servernya juga "lumayan" :D

Total penilaian:
T-O-P abiiiiiiiiiiesss emoticonemoticonemoticon makanya buruan downloadnya :)
 

Link buat nge-download:
Zencafe Download

More About Zencafe:
Zencafe Site
Zencafe Troubleshoting

September 7, 2006

GNOME 2.16 Released….

Filed under: Linux

Weiks…. ga sengaja masuk ke slashdot.org ternyata ada info GNOME 2.16 dah released.

Ck..ck… yg versi 2.15 ajah blm cobain apa lagi yg versi 2.16

Seakan ga percaya coba-coba liat di situsnya gnome, woh ternyata emang bener versi 2.16 udah released.
Infonya bisa diliat disini
Trs utk feature-feature apa yang ada di GNOME 2.16 bisa diliat disini

Jadi pengen @_@

July 26, 2006

Trik Nautilus “Like Windows Explorer”

Filed under: Linux

Trik Nautilus "Like Windows Explorer"

Hmm… pingin tampilan yg "seperti" Windows Explorer di nautilus ???
Maksudnya nih tampilan nautilus bisa nampilin partisi lain di harddisk kita seperti di windows explorer.
Klo di windows explorer biasanya nampilin daftar partisi seperti kayak gini yach:

WinExplorer

Apakah di nautilus bisa seperti itu ??
Jawabannya bisa :)
Caranya yaitu:
1. Masuk ke Configuration Editor.(Klo lewat gnome-terminal ketikan gconf-editor trs enter)
2. Klo sudah masuk ke configuration editor, masuk ke menu system trs ke menu storage.
3. Beri tanda centang pada pilihan "display_internal_hard_drives"
4. Klo sudah keluar trs coba logout.

Hasilnya nanti adalah seperti ini:

Nautilus

 

Asyik kan :)  

July 4, 2006

Membuat Tutorial Interaktif dengan WINK

Filed under: Linux

Membuat Tutorial Interaktif dengan WINK

Kebanyakan pengguna linux yang masih awam seperti saya ini, kesulitan sekali jika harus membaca tutorial yang
berbentuk teks biasa.
Tapi bagaimana klo bentuk tutorialnya berupa gambar atau flash movie ??
Pastinya yang akan melihat dijamin puas dech :P . Soalnya tahu step-by-step nya secara detail :D :)

Setelah baca-baca arsip di forum.linux.or.id, eh ada sebuah software yang bisa bikin flash movie :)
namanya WINK.

Ok, setelah ketemu nama software-nya ayok didownload (bisa search di paman google):D:) n taruuh di folder favorit.
Disini saya taruh di folder OperaDownloads.
OperaDownloads
|
_wink15.tar.gz

Wiks… cara installnya gimana neh ? koq ekstensinya laen ?
Tenang…tenang masih ada paman google yang siap sedia membantu :D :P

Kata paman google neh kek gini:
1. Masuk ke terminal(utk pengguna gnome) atau ke console(utk pengguna kde).
2. Masuk ke direktori tempat wink berada, disini wink ada di folder OperaDownloads.


[javamaniac@pemula:~]$ cd OperaDownloads/
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ ls
wink15.tar.gz
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$

  1. Ekstrak dengan perintah tar zxvf wink15.tar.gz

[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ tar zxvf wink15.tar.gz
installdata.tar.gz
installer.sh
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$

Nah sudah ada 2 file yaitu “installdata.tar.gz” dan “installer.sh”, ok sekarang jalankan file installer.sh dengan cara
ketik ./installer.sh. Outputnya jadi kek gini:


[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$ installer.sh
Please specify where you want to install Wink [/home/javamaniac/wink]: [tekan enter aja]
Successfully installed Wink
[javamaniac@pemula:~/OperaDownloads]$

Wah dah terinstall :D :)
Sekarang ayo pergi ke direktori installasi wink di /home/javamaniac/wink, setelah masuk ke dlm direktori-nya wink.
Coba klik 2x file wink, maka akan keluar tampilan spt ini:

Ayo sekarang mulai ngebikin tutorial make wink :) . Step-by-step nya kek gini:
1. Klik File/New atau bisa Ctrl+N.
2. Tentukan area yang akan dicapture ama wink. (Make screen ajah biar seluruh layar bisa direcord ama wink)

3. Tentukan “Time capture rate” nya. (Dibuat 0 saja supaya setiap gerakan kita direcord)
4. Klo sudah klik OK. :)
5. Klik minimize to tray.

Nah klo sudah di minimize ke tray, klo desktop manager anda memakai gnome. Maka icon wink akan keluar di applet
“Notification Area”. Jika blm menambahkan applet Notification Area, tambahkan aja dulu soalna klo ndak ditambahin
gimana kita mau startnya ? :D
Di komputer saya keluarnya disini:

Klo sudah klik kanan icon wink yang ada di tray kemudian pilih “Start Timed Captured”
Klo sudah begini, ayo bikin tutorial yg mudah masalah pengenalan linux :D :)
Terserah itu mau penggunaan desktop, penggunaan applikasi :D pokoknya klo bisa yang sangat memudahkan buat pemula
seperti saya ini :D
Klo dirasa cukup, klik kanan lagi icon wink yg ada di tray kemudian klik “Stop timed captured”

Nah setelah smuanya selesai, ayok dirender :) dijadiin file .swf :)
Trs dibuka di browser :D :)
Seep kan :D :)

Utk nge-rendernya klik tombol panah warna hijau spt dibawah ini:

Ah makin lama dunia makin indah rasanya klo kek gini :D :)
:P

April 12, 2006

Pacarku ngambek

Filed under: Linux

Huah…. hari ini merupakan hari yang melelahkan :( (
ga tau neh kenapa tiba-tiba pacarku ngambek ga mau nampilin gnome-terminal :( (
Jadi ga bisa instal game cube donk klo pacar ngambek terus :( (
Padahal sore tadi sebelum berangkat ke kerja dia mau nampilin gnome-terminal, tapi
kenapa yah waktu abis pulang kerja sekitar jam 03.00 dia ga mau nampilin gnome-terminal ???

Si doi ngeluarkan peringatan kayak begini neh ke gw :

There was an error creating the child process for this terminal

Artinya apaan yakz ???
Apa gara-gara gw selalu pulang dini hari sehingga doi selalu kedinginan ?

Akhirnya yang dibuat kalang kabut yah gw sendiri :( ( ga bisa ngapa-ngapain,
masak gara-gara masalah sepele kayak begini harus instal ulang ?
Bukan pemecahan yang menyelesaikan masalah dunk klo begini caranya ?
Trs kapan dunk bisa linux ??

Sampai-sampai gw berpikir begini:
“Apa jadinya yah klo linux ga ada terminal atau shell promptnya ??
Bakal ga bisa ngapa-ngapain total neh.”

Bukannya ingin kelihatan techie klo selalu memakai shell prompt, tapi jujur ajah gw
ga bisa ngapa-ngapain klo ga di shell prompt meskipun command yg dikuasain cuman ls, rm -rf,
cp, installpkg, removepkg. Soalnya udah kebiasaan make shell prompt buat ngelakuin tugas-tugas
tsb jadi ga biasa make yang under GUI :( .

Setelah tanya ama uncle google tentang masalah ama si doi, gw dpt beberapa referensi yang sebagian besar
sangat jauh hubungannya ama trouble yang doi perbuat.
Uncle google malah ngeluarin tentang apa itu fork(), apa itu child process pada bahasa c ama c++.
Tambah pueyeng deh gw, soalnya c ama c++ bukan bhs ibu gw ;((

Setelah dpt beberapa referensi kecil yang dianggap mendekati trouble yg doi perbuat, akhirnya coba-coba deh
di praktekin ke doi. Hasilnya doi tetep ngambek ga mau nampilin apapun kecuali klo dibujuk ama akses root.

Doh tambah pueyeng deh gw, akhirnya kepaksa deh come back to warnet again jam 05.15 pagi.
Untung koneksi inetnya udah bisa, soalnya malem tadi dc waktu pukul 00.00 tepat.

Setelah menyiapkan diri untuk tanya-tanya ke channel linux luar (dgn modal bhs inggris yg pas-pasan n bantuan dr
toggletext.com) gw coba tanya-tanya. Hasilnya gw malah ga bisa jawab pertanyaan balik yg dilontarkan ama
master-master linux luar :( (.
Tanya-tanya di channel indo soalnya pd bobo smua, pagi hari ga ada yg bangun :( (.

Akhirnya coba nanya lagi ke uncle google dengan keyword yg menyangkut masalah child process pada gnome-terminal.
Dpt deh beberapa info lagi yg sedikit mendekati permasalah gw. Infonya adalah sbb:


Hi all,
i’m stumped here. i successfully installed debian/unstable with 2.6
kernel. my friend wanted to install debian/unstable in his IBM X20
laptop. i followed the same procedure, that i used in my desktop, but
got stuck with the /dev/pts problem.
when i open gnome-terminal, i get the error message “there was an error
creating the child process for this terminal”. i searched and found that
it is related to pseudo terminals which is supposed to be mounted
automatically by udev. since it didn’t happen i created a line in
/etc/fstab as
none /dev/pts devpts defaults 0 0
still when i boot it doesn’t mount, so i had to manually mount as
mount /dev/pts
and then gnome-terminal or xterm will work.
in my desktop i don’t have any line in the fstab for this /dev/pts but
still it mounts automatically every time it boots.
i’m completely lost

thanks

jc

Jayachandran Kamaraj Registered Linux User :341946

Registered Machine :230996

Akhirnya setelah dikasih pisang goreng plus frestea gratis ama yg punya warnet (doh ngerepotin bener,
udah inet ga bayar dikasih pisang goreng ama frestea lagi).
Tepat pukul 09.00 gw pulang kerumah buat ganti baju trs ke kampus ga make mandi-mandian segala.
(Ke kampus cuman buat ambil jadwal kuliah doank, padahal dah ampir 1 bln ga tau jadwal so ga pernah masuk
kul :P )

Setelah puas ngeceng dikampus :P , jam 10.45 balik deh ke rumah buat makan soalnya perut dah keroncongan banget
minta diisi.
Sampe rumah, masukkin motor kemudian ambil nasi and mulai ngerayu lagi si doi supaya ga ngambek lagi.
Pertama-tama langsung nyodorin doi ama akses root, setelah login make akses root kemudian buka
gnome-terminal. Tujuan pertama adalah ke file /etc/fstab, setelah di cek ternayta file /etc/fstab ku
hanya berisi kayak gini ajah :

—————- The Trouble Maker ———————-

This file is edited by fstab-sync - see ‘man fstab-sync’ for details

/dev/hda4 swap swap defaults 0 0
/dev/hda1 / reiserfs defaults 1 1
/dev/hda3 /home reiserfs defaults 1 2
/dev/hda5 /mnt/winD vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/hda6 /mnt/winE vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/cdrom /mnt/cdrom iso9660 noauto,users,ro 0 0
/dev/sda1 /mnt/MRT vfat user,exec,noauto 0 0

—————- The Trouble Maker ———————-

Loh….
dengan terbengong-bengong gw liatin tuh file /etc/fstab, rasa-rasanya koq ada yg ilang yakz ????
hmm /dev/pts nya koq ga ada ???
Akhirnya ketemu deh biang keladi doi ngambek selama ini, setelah buka-buka backup-an file /etc/fstab
akhirnya file /etc/fstab gw edit kayak begini:

——————- The trouble maker get out now ————————-

This file is edited by fstab-sync - see ‘man fstab-sync’ for details

/dev/hda4 swap swap defaults 0 0
/dev/hda1 / reiserfs defaults 1 1
/dev/hda3 /home reiserfs defaults 1 2
/dev/hda5 /mnt/winD vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/hda6 /mnt/winE vfat nodev,noexec,umask=000,users 0 0/dev/cdrom /mnt/cdrom iso9660 noauto,users,ro 0 0
/dev/sda1 /mnt/MRT vfat user,exec,noauto 0 0
devpts /dev/pts devpts gid=5,mode=620 0 0
proc /proc proc defaults 0 0

——————- The trouble maker get out now ————————-

Abis nambahin file tsb, gw restat n kemudian coba login langsung dengan akses user.
Dan eng….ing…..eng……….
Coba buka gnome-terminal dan akhirnya sodara-sodara voila gnome-terminalku mau muncul kembali :)

Special thx for Mr.Jayachandran Kamaraj for your tips :)
and temen-temen yg dah support gw dengan pisang goreng n frestea plus ama temen2x seperjuangan on

awali@dalNET i love u very much alll. Muach….Muach….Muach….Muach….Muach….Muach….

:D:) ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^*

Hmmm….
hal yang menarik dari pengalaman ini adalah “ABOUT SECURITY YOUR LINUX BOX” :D :)
Klo mau consolenya ga bisa dipake orang lain selain root, hilangkan ajah baris yg berisi:

devpts /dev/pts devpts gid=5,mode=620 0 0
proc /proc proc defaults 0 0

Hmm.. dijamin ga bakalan bisa tuh user akses ke terminal, dijamin 100% ga bakalan bisa
selain root doank.
Soalnya bingung tuh si doi, soalnya ga bisa buat proses anak.
Gampang n mudah kan :)
Tapi ya jangan sampai lupa konfigurasinya :P
Klo lupa mah ama aja bo’ong :D :).

Akhirnya tepat jam 11.53 segala unek-unek ini udah tertuang dlm sebuah tulisan yang siap di publish :D :)

OK…..

Thank’s for read this very “stupid” article :D :P

March 1, 2006

Mengenal Text Editor gVIM

Filed under: Linux

Hehuehueheh……….. koq make gVIM ??

Abis dikomporin sama om jeff/segmentfault + om zara yg katanya lebih enakan make VI daripada teks editor laen, akhirnya setelah siap buat ngebaca manual help gVIM yg berjibun mulai deh baca-baca.

Ternyata simpel koq cara makenya, cuman tinggal kebiasaan doank. Buat syntax higlihting (doh maap, ga bisa nulis :P ), setting indent, show line number ama masalah filetype ternyata konfigurasinya mudah(selama percobaan saya lo).

Klo maw konfigurasi2x, file yang harus dikonfigurasi atau dibuat ada di ~/.vimrc. Klo di ls -a ga ada di home directory buat aja sendiri. :) Neh contoh file .vimrc dikomputerku:


:set filetype indent on (untuk konfigurasi file type, secara otomatis detek filetype apa yg dipake sama setting supaya indentnya otomatis jalan)
:set nu! (setting show line number)

Udah…. masih itu saja yang masih dicoba :D :). Trus untuk edit-edit file neh kumpulan command yang biasa digunakan:

<esc> Tekan dd (Untuk delete line)
<esc>Tekan x    (Untuk delete 1 carakter)
<esc>Tekan :w  (Untuk save file tanpa keluar)
<esc>Tekan :q (Untuk keluar dr gVIM)
Tombol <Insert> (Untuk mulai memasukkan karakter.)

Dah sementara ini masih baru tahu itu doank, sebenarnya masih banyak lagi yang ada di manual helpnya. CUman ya pelan-pelan :D :P

February 23, 2006

Pengalaman Instal Kernel 2.6.10 di Slackware 10.1

Filed under: Linux

Fyuh…. setelah mencoba instal kernel 2.6 dengan filesystem ext3 error (Error pada waktu mkinitrd):((
akhirnya coba-coba ganti filesystem reiserfs dengan cara instal ulang ;p (Very stupid solution :( ).
Setelah proses instalas ulang, akhirnya cling…..dpt filesystem baru.
Akhirnya langkah selanjutnya, masukin tuh cd 2 dari cd instalasi slackware ke cdrom, trs mount deh.
Copy directory linux-2.6.10 yang berada di /testing/packages/ masukkan ke home directory.

# pwd
/mnt/cdrom/testing/packages
# cp -R linux-2.6.10 ~/
#

Setelah tercopy, masuk ke direcotory linux-2.6.10 di home,kemudian install dengan command installpkg seluruh paket
yang ada di directory linux-2.6.10 dengan command spt berikut:

# installpkg alsa-driver-1.0.82.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-generic-2.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-headers-2.6.10-i386-1.tgz
# installpkg kernel-modules-2.6.10-i486-1.tgz
# installpkg kernel-source-2.6.10-noarch-1.tgz

Setelah proses instalasi selesai, masuk ke directory /boot kemudian ketik perintah berikut:

#  mkinitrd -c -k 2.6.10 -m reiserfs -r /dev/hda1

(NB: Untuk selengkapnya bisa baca man mkinitrd dan README.initrd ;p)
Iks… inget waktu make filesystem ext3, pas mkinitrd error :( (
can’t find jdb modules :(

Setelah berhasil n tanpa pesan error, sekarang tinggal buat symlink ke kernel yang lama(Soalnya konfigurasi vmlinuz
yg lama dah ketindes ama kernel 2.6.10).
Sebelum membuat symlink pastikan dulu dengan perintah ls -l seperti berikut:
# ls -l
total 5743
lrwxrwxrwx  1 root root      37 2006-02-22 14:54 README.initrd -> /usr/doc/mkinitrd-1.0.1/README.initrd
lrwxrwxrwx  1 root root      25 2006-02-22 11:13 System.map -> System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root  805590 2005-01-23 04:07 System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root  607998 2005-01-21 11:24 System.map-ide-2.4.29
-rw-r–r–  1 root root     512 2006-02-22 15:20 boot.0300
lrwxrwxrwx  1 root root      21 2006-02-22 11:13 config -> config-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root   50545 2005-01-23 04:07 config-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root   41731 2005-01-21 11:24 config-ide-2.4.29
-rw-r–r–  1 root root    5032 2004-05-21 14:19 diag1.img
drwxr-xr-x  8 root root     304 2006-02-22 11:33 initrd-tree
-rw——-  1 root root  365560 2006-02-22 11:33 initrd.gz
-rw——-  1 root root   46080 2006-02-22 11:33 map
lrwxrwxrwx  1 root root      22 2006-02-22 11:13 vmlinuz -> vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root 1413281 2005-01-23 04:07 vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root 1253760 2005-01-21 11:24 vmlinuz-ide-2.4.29
#

Ketikkan perintah berikut untuk membuat symlink ke kernel yang lama:

# ln -s vmlinuz-ide-2.4.29  vmlinuz-ide
               Y                 Y    
           file sumber      nama file tujuan

Setelah membuat symlink cek lagi dengan perintah ln -s, pastikan agar hasilnya sama spt berikut:
total 5743
lrwxrwxrwx  1 root root      37 2006-02-22 14:54 README.initrd -> /usr/doc/mkinitrd-1.0.1/README.initrd
lrwxrwxrwx  1 root root      25 2006-02-22 11:13 System.map -> System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root  805590 2005-01-23 04:07 System.map-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root  607998 2005-01-21 11:24 System.map-ide-2.4.29
-rw-r–r–  1 root root     512 2006-02-22 15:20 boot.0300
lrwxrwxrwx  1 root root      21 2006-02-22 11:13 config -> config-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root   50545 2005-01-23 04:07 config-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root   41731 2005-01-21 11:24 config-ide-2.4.29
-rw-r–r–  1 root root    5032 2004-05-21 14:19 diag1.img
drwxr-xr-x  8 root root     304 2006-02-22 11:33 initrd-tree
-rw——-  1 root root  365560 2006-02-22 11:33 initrd.gz
-rw——-  1 root root   46080 2006-02-22 11:33 map
lrwxrwxrwx  1 root root      22 2006-02-22 11:13 vmlinuz -> vmlinuz-generic-2.6.10
-rw-r–r–  1 root root 1413281 2005-01-23 04:07 vmlinuz-generic-2.6.10
lrwxrwxrwx  1 root root      18 2006-02-22 11:24 vmlinuz-ide -> vmlinuz-ide-2.4.29
-rw-r–r–  1 root root 1253760 2005-01-21 11:24 vmlinuz-ide-2.4.29

Jika sudah, edit file /etc/lilo.conf. Seperti berikut:

# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz-ide   # Mengacu ke kernel-2.4.29
  root = /dev/hda1
  label = Slackware-2.4
  read-only # Non-UMSDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends

# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz      # Mengacu ke kernel 2.6.10
initrd = /boot/initrd.gz
  root = /dev/hda1
  label = Slackware-2.6
  read-only # Non-UMDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends

Jika sudah simpan kemudian jalankan dengan perintah seperti berikut:

# /sbin/lilo -v

Pastikan tidak ada error, jika tidak ada error maka sukses dah proses instalasi kernel 2.6.10 di slackware 10.1 :)

Akhirnya dengan senang hati cobain tuh kernel 2.6.10 :)
Eh ….. tapi pas cobain mount cdrom koq ga bisa yak ??????
What’s wrong ? (Ceile gaya neh make bhs inggris, padahal ga lulus loh bhs inggris 1 :( )
Akhirnya maen deh ke linuxquestion.org buat cari pemecahannya :)
Ketemu juga tuh solusinya di linuxquestion.org, ternyata utk kernel 2.6.x dah ga butuh lagi scsi emulation.
(Pengaktifan scsi emulation di kernel 2.4 berfungsi buat burning data ke cd, soalnya setelah mengaktifkan
scsi emulation saya bisa burning ke cd blank dengan tenang dan aman ^^)
Di linuxquestion.org juga diberitahu, biasanya utk pengaktifan scsi emulation di kernel 2.4 ditaruh di
lilo.conf. Jadi contoh lilo.conf buat aktifin scsi emulation adalah sbb:

#———- Begin Of File ———-#

# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
#
# Start LILO global section
append="hdc=ide-scsi"     #-> Ini script buat aktifin scsi emulation di kernel 2.4

#——— End Of File ———#

Setelah dapat jawaban untuk men-disable scsi emulation di kernel 2.4, akhirnya saya rem tuh baris yang
memuat scsi emulation jadi seperti dibawah ini:

#———- Begin Of File ———-#

# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
#
# Start LILO global section
# append="hdc=ide-scsi"     #-> Di disable supaya bisa mount cdrom.

#——— End Of File ———#

Setelah melakukan pengeditan di lilo.conf, ketikan /sbin/lilo -v supaya editannya permanen.
Setelah itu reboot, masuk ke kernel 2.6 dan coba lihat hasilnya.

# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
#

Cling …..berhasil dah ^^)
Tapi gimana yah klo saya pengen burning data ke cd blank ???
Dah ah ngantuk, dah jam 10 pagi. Ntar jam 2 siang ada kul lagi :P
Saatnya bobo’ dulu besok lanjutin lagi :D :)

Note:
- Meskipun dah make filesystem reiserfs, /me tetep ngalamin error. Kebanyakan pada waktu mkinitrd :( (
  3 x baru berhasil :( Maklum baru pertama kali cobainnya.
- Please read the manual ;p
- Jika pada kernel 2.4.29 komputer bisa shutdown secara otomatis, maka setelah menginstal kernel 2.6.10 lakukanlah pengeditan pada file /etc/rc.d/rc.modules seperti berikut (Cari section APM Support):

#——— Begin Of File ———#

#### APM support ###
# APM is a BIOS specification for saving power using several different
# techniques. This is mostly useful for battery powered laptops.
/sbin/modprobe apm

#——— End Of File ———#

Kalau tidak melakukan pengeditan pada file tersebut, maka komputer tidak akan shutdown secara otomatis lagi.
(Kembali seperti pada waktu instalasi awal).

Dah ah….
bobo’ dulu ngantuk (*
*)
Dilanjutkan besok ajah yah ……

Referensi:
- Majalan PC Plus edisi 231 (Menginstal Kernel 2.6.x Pada Slackware, penulis om Willy Sudiarto Raharjo)
- Linuxquestion.org
- man mkinitrd.

February 17, 2006

Help Explorer

Filed under: Linux

Akhirnya ketemu juga software untuk membuka file berekstensi *.chm ama *.hlp :) , pertama seh dulu cobain displaychm tapi koq ndak enak yah :) . Soalnya klo maw baca e-book yg berformat chm harus masuk ke console dulu baru ketik ./displaychm [nama_file] baru kebuka tuh filenya.

Tapi ndak enaknya juga sering banget ada file yg ga bisa kebuka di ./displaychm :( , akhirnya neh cobain Help Explorer  buat buka file berekstensi *.chm. Setelah proses instal selesai, mulai deh cobainnya. Neh akhirnya tampang HelpExplorer ketika baru pertama dibuka (Coool khan XP gitu loh … :P ).

 

Click to View Full Image

Cool kha :) , akhirnya cobain deh buka salah satu koleksi e-book, tinggal klik File, Open trs pilih
ebook yang maw dibaca. Abis kllik Ok, wuih seep dah :) neh tampangnya Help Explorer on Action :)

Click to View Full Image 

January 20, 2006

Dual Booting Linux First

Filed under: Linux

Fyuh … akhirnya sukses juga neh gabungin Linux ama Windows :)

Soalnya baca-baca artikel di internet semua nyaranin instal windows dulu baru instal Linux, tapi dirumah udah terinstal Linux dulu. 

Pada kasus ini saya memakai 2 hdd, dengan konfigurasi sbb:

1. Primary Master -> 40 GB -> Telah terinstal Linux.(memakai lilo, untuk grub penulis blm pernah mencoba)
2. Primary Slave -> 4.3 GB -> Telah terintal Windows XP.

Setiap kali pingin pindah sistem operasi, maka yang harus dilakukan adalah masuk BIOS kemudian merubah urutan bootingnya.:( (lama-lama males juga klo harus begini terus) :P
Setelah cari-cari di internet, akhirnya ketemu juga caranya. Tahapan-tahapan yang diperlukan adalah sbb:
1. Menginstal lilo pada superblock partisi linux.
2. Ambil 512 bytes pertama dari partisi linux kemudian taruh di partisi Windows XP.
3. Mengedit file boot.ini dan menambahkan opsi untuk masuk ke partisi Linux.

1. MENGINSTAL LILO PADA SUPERBLOCK PARTISI LINUX.

Sebelum menginstal lilo pada superblok partisi linux, kita perlu mengetahui dimana letak partisi linux kita. Untuk mengetahui letak partisi linux, ketikan perintah seperti dibawah ini:

bash-3.00# fdisk -l
Disk /dev/hda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 1 608 4883728+ 83 Linux <– letak partisi linux.
/dev/hda2 1023 4865 30868897+ f W95 Ext’d (LBA)
/dev/hda3 609 1022 3325455 83 Linux
/dev/hda4 1 1 0 0 Empty
/dev/hda5 1023 1040 144553+ 82 Linux swap
/dev/hda6 1041 2315 10241406 b W95 FAT32
/dev/hda7 2316 4865 20482843+ b W95 FAT32
 

Partition table entries are not in disk order
Disk /dev/hdb: 4310 MB, 4310433792 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 524 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
    Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hdb1 * 1 523 4200966 7 HPFS/NTFS
bash-3.00#

Setelah mengetahui letak partisi linux, edit file /etc/lilo.conf seperti berikut:

# LILO configuration file
# generated by ‘liloconfig’
……
……
boot = /dev/hda1 <– SESUAIKAN SEPERTI YANG ANDA LIHAT PD COMMAND FDISK -L
……
……
# End LILO global section
# Linux bootable partition config begins
image = /boot/vmlinuz
root = /dev/hda1
label = slackware
read-only # Non-UMSDOS filesystems should be mounted read-only for checking
# Linux bootable partition config ends

Setelah melakukan pengeditan simpan kemudian compile lilo dengan menjalankan perintah sbb:

bash-3.00# lilo

Added slackware *

bash-3.00#

Jika anda tidak melihat pesan error apapun, maka dipastikan anda telah melalui tahapan ini dengan benar.

2. AMBIL 512 BYTES PERTAMA PARTISI LINUX KEMUDIAN TARUH DI PARTISI WINDOWS.

Untuk mengambil 512 bytes pertama dari partisi linux, ketikkan command seperti dibawah ini:

bash-3.00# dd if=/dev/hda1 of=/tmp/bootsect.lnx bs=1 count=512

Setelah menjalankan command tersebut, sekarang watkunya untuk mengcopy file /tmp/bootsect.lnx dan letakkan pada

C:\bootsect.lnx pada partisi windows XP (dapat dilakukan dengan berbagai cara misal: simpan dahulu ke usb, disket atau dapat langsung dicopy ke partisi windowsnya jika mempunyai akses baca tulis ke filesystem yang dituju).

Setelah mengcopy file bootsect.lnx ke partisi windows XP, sekarang kita dapat keluar dari Linux BOx kita dan masuk pada windows untuk mengedit file boot.ini

3. MENGEDIT FILE BOOT.INI PADA WINDOWS XP.

Untuk mengedit file boot.ini, ikuti langkah-langkah berikut:

C:\>attrib -r -a -s -h boot.ini

C:\>edit boot.ini

Kemudian tambahkan baris berikut diakhir file boot.ini

C:\bootsect.lnx="Linux BOxKU"

Save kemudian restat, untuk pilihan booting kita pilih pada harddisk yang berisi sistem operasi Windows.

Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi:
Ketika anda mencoba masuk pada partisi linux, anda mendapati error yang kurang lebih sbb:
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a
09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a 09a

Pemecahan:
- Coba lihat lagi konfigurasi di /etc/lilo.cconf, apakah sudah benar-benar terinstal pada superblock ???
- Coba cek lagi dimana partisi linux anda beerada, cek dengan command fdisk -l
Fyuh… akhirnya sukses juga neh gandengin nya :D P

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Gary Rogers